Akibat pandemic covid-19 M Akmal Gagal Revance di Turnamen Nasional

M Akmal berkeinginan menebus kegagalannnya menjadi kampiun kejuaraan tennis juior nasional di Jakarta 2020, gagal karena dibatalkan akibat covid-19

Banjarmasin, KP, Muhammad Akmal gagal mewujudkan ambisinya untuk revance di Sportama Junior super Series dan Master I tahun 2020 di Jakarta, karena event nasional tersebut dibatalkan akaibat masih mewabahnya pandemic virus covid-19, di Indonesia dan di berbagai Negara lainnya.

Setelah hanya mampu merebut gelar juara II (runner-up) di ajang Sportama Junior Super Series & Master I 2020 (Turnamen Junior Nasional) di Jakarta awal Januari tadi, petenis muda Kalimantan Selatan M Akmal berencana ingin membayarnya di gelaran yang sama pada 5-7 Juni 2020 nanti.

Namun gelar turnamen Sportama Junior Super Series 2020 ini terancam batal digelar karena Pendemi Copid 19 (Corona) masih mewabah.

Ayah Akmal, Ais Sarifli mengatakan, sebenarnya puteranya tersebut sudah sangat siap mengikuti event yang bakal digelar di The Sultan Hotel Tennis Complex Jalan Gatot Subroto Jakarta itu.

Apalagi selama Ramadhan dan pandemik Corona Akmal sangat rutin melakukan latihan setiap harinya di lapangan tenis Dharma Praja Banjarmasin.

“Latihan sudah rutin digelar setiap hari mulai jam 3 siang,” ujar dia.

Berita Lainnya

Gubernur Paman Birin berikan
Bantuan untuk 15 KUPP

Club Talent Banua syukuran

1 dari 225
Loading...

Teknik dan fisik Akmal pun tampak lebih sempurna Setelah digembleng secara khusus oleh dua petenis andalan Banua Awi Jarnawi dan Dadang AR secara bergantian.

Selain turnamen Sportama Junior Super Series 2020 ini, Akmal juga mempersiapkan diri di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalsel.

“Di Popda nanti Akmal juga akan ikut dan terus mempersiapkan diri,” tambah Ais yang mantan pebolavoli Kalsel ini.

Saat di turnamen Sportama Junior Super Series 2020 Januari lalu, Akmal yang menargetkan meraih gelar juara di kelompok umur terhenti.

Di babak final Akmal harus menghentikan pertandingan karena mengalami keram perut saat bertanding melawan Ahmad Fauzan dari Cerebon, papar Ais.

Ais yang ASN (Aparaturt Sipil Negara) Dinas Pertanian Kalsel ini tidak terlalu kecewa atas raihan anaknya tersebut, mengingat siswa kelas 8 A SMPN 3 Banjarmasin ini sudah tampil sangat maksimal.

“Akmal tampil bagus sejak putaran babak penyisihan, namun karena secara tidak terduga kondisinya mengalami gangguan, sehingga mengundurkan diri tapi kami sangat puas atas capaian itu,” ujar Ais. (rel/nfr/k-9)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya