Menkes Tinjau Lab Pemeriksaan Sampel Pasien di Banjarbaru

Banjarbaru,KP – Minggu (07/06/2020) tiga pejabat tinggi republik indonesia datang meninjau lokasi pemeriksaan sampel pasein covid 19, adapun pejabat yang hadir adalah

Menteri Kesehatan Letjen TNi Dr Terawan agus putranto, Menteri Koordinator Pembangunan manusia dan kebudayaan Muhadjir Effendy, dan kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo.

Kedatangan para pejabat ini guna meninjau langsung kemampuan kinerja Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKL-PP) di kota Banjarbaru.

Dimana tingginya angka paparan Covid 19 dan terbatasnya alat serta tenaga dalam melakukan test Swab dengan menggunakan teknologi PCR di laboratorium BBTKL-PP.

Bahkan saat ini di akui oleh kepala BBTKL-PP, Slamet Mulsiswanto mengakui kurangnya fasilitas dan tenaga SDM ditempat. Saat ini BBTKL-PP memeriksa samoel dari beberapa daerah seperti Kalsel namun daerah kaleteng juga mengirimkan sampel.

Berita Lainnya

Wakil Walikota Banjarbaru Kunjungi Pelaku UMKM

1 dari 353
Loading...

Tentu saja dengan banyaknya sampel yang masuk dan fasilitas yang terdapat menyebabkan banyak antrian. Dimana laboratoriumhanya mampu memeriksa 68 sampel perhari, dan tenaga kerja yang hanya dapat bekerja selama 14 jam.

Slamet optimis dengan adanya bantuan dua unit alat PCR dari pemerintah pusat, pihanya daoat melakukan target pemeriksaan 200-400 sampel perharinya.

“Sebelumnya kami sudah membeli satu unit alat PCR secara mandiri, dan sidah datang beberaoa waktu tadi. Namun itu saja belum cukup, saran dari pimpinan kami akan bekerjasama dengan mahasiswa dari ULM dan Poltekes dan dengan bantuan alat PCST ini, insya allah bisa naik jadi 400 sampel perharinya” jelas slamet.

Dari kunjungan tersebut kepala BNPB Letken TNI Doni Monardo menilai bahwa saat ini BBTKL-PP masih ada kekurangan dalam kemampuan pemeriksaan sampel. Yang kemudian pihaknya telah menyiapkan dua unit alat PCR, tidak hanya itu Doni juga mengusulkan untuk penambahan SDM. Dimana seperti contoh daerah lain tim bisa bekerja selama 18 jam dan mampu mengecek 1500 sampel setiap harinya.

” Jika kemampuan pemeriksaan maksimal, maka tim gugus tugas dapat bekerja lebih baik dan mamou menjring lebih banyak penderita Covid 19 khususnya untuk Orang tanpa Gejala (OTG)” Ujar Doni. (dev/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya