Pemkab Pulang Pisau Siapkan 56 Ribu Hektar

Pulang Pisau, KP – Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo mengatakan selain lahan seluas 25 ribu hektar, pihaknya menyiapkan lahan seluas 56 ribu hektar dalam rangka mendukung 148 ribu hektar yang di canangkan pada tahap awal untuk optimalisasi lahan dalam rangka food estate.

“Bahkan Pemkab Pulang Pisau juga menyiapkan 19 ribu hektar lahan potensial dan mencadangkan di 11 ribu hektar,” kata Edy Pratowo dihadapan Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto, Menteri ATR-BPN, Sofyan A Djalil, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sandiaga, Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran dan unsur Forkopimda Kalteng, saat rombongan mengujungi Pulang Pisau, Sabtu (27/6/2020).

” Jadi kalau tahun 2020 pemerintah mencanangkan 30 ribu hektar, untuk Pulang Pisau 10 ribu hektar, dan Kapuas 20 hektar, rasanya kami berharap jangankan 10 ribu hektar, 25 ribu hektar juga kami siap, karena lahan dan SDM nya sudah ada, ” ujar nya.

Bupati juga menjelaskan, di Kapupaten Pulang Pisau ada beberapa desa lain, seperti Desa Tahai Baru, Tahai Jaya, Pantik, Sanggang, Karya Bersama yang memang khusus pengelolaan nya di bidang pertanian, yakni tanaman padi.

Berita Lainnya
1 dari 115
Loading...

Edy menyebutkan, lokasi ini merupakan eks transmigrasi tahun 1982 dan 1983, dan masyarakatnya memang sudah turun temurun dan bahu membahu dengan masyarakat lokal sehingga mereka sudah sangat betah disini.

” Jadi, kalau mereka pulang ke Jawa, dalam rangka mudik lebaran atau silaturahmi dengan keluarganya di pulau Jawa, ” sebut Edy Pratowo

Orang nomer satu di Bumi Handep Hapakat itu menambahkan, bahwa lokasi ini merupakan salah satu yang dicanangkan oleh Kabupaten Pulang Pisau dari 25 lahan eksisting, yang sudah kami laporkan dalam kegiatan Rakor bersama bapak Menteri beberapak kali. Kemudian dilokasi ini juga kata Edy, produktivitas padi rata-rata antara 5 sampai 7 ton, dengan jenis bibit varitas padi hibrida, impara dan impari.

” Kami juga bersama bapak Gubenur melalui Distan Provinsi Kalteng pernah uji coba jenis padi organik hasilnya sangat menggembirakan, yakni 9 hingga 10 ton. Jadi sangat luar biasa potensi yang dimiliki diwilayah ini. Jadi kalau di Kalimantan Tengah itu dicanangkan sebagai lumbung pangan nasional itu, kami sangat mendukung sekali. Kami sangat berterimakasih, karena telah diberikan kepercayaan untuk bisa mengelola potensi lahan ini menjadi salah satu lumbung pangan untuk Indonesia. ” tandasnya. (sgt/k-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya