Pimpinan Ponpes se-Kabupaten HST Minta Kebijaksanaan Pemkab Aktifkan Kembali Kegiatan Belajar Mengajar

Barabai, KP – Bupati HST HA Chairansyah didampingi Wakil Bupati Berry Nahdian Forqan, Sekda HST H Ahmad Tamzil bersama Forkopimda, Asisten serta Tim Gugus Tugas gelar rapat koordinasi dengan Pimpinan Ponpes se-Kabupaten HST di auditorium, Selasa (9/06/2020).

HA Chairansyah menyampaikan, saat ini semua pihak menghadapi cobaan berat dengan adanya pandemi Covid-19, yang berpengaruh terhadap perekonomian dan pendapatan masyarakat di kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Kita ketahui bersama, kondisi saat ini perkembangan covid-19 di Kalimantan Selatan masih ada peningkatan, termasuk di kabupaten kita ini mengalami kenaikan jumlah angka penderitaan covid-19,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, pondok pesantren yang ada di Kabupaten HST juga memberikan masukan terkait wabah Corona. Diketahui, sudah 2 bulan lebih ponpes tidak melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dan, sekitar pertengahan bulan Juli 2020 nanti pelaksanaan kegiatan pembelajaran bagi para santri akan kembali dimulai.

“Atas nama Pemkab HST, bila masih ada peningkatan pasien Covid-19 di Kabupaten HST bulan Juli mendatang, kami menganjurkan sementara tetap meliburkan dan menunda dulu dimulainya proses pembelajaran sampai ada penurunan. Namun, bila tetap juga dilakukan pembelajaran maka pelaksanaan pembelajaran harus mengikuti protokol kesehatan dengan ketat, untuk menghindari penularan covid-19 di Ponpes. Kami juga mengharapkan peran para ulama ikut mensosialisasikan kepada masyarakat dan para santri meliputi tetap pakai masker, jaga jarak, sesering mungkin lakukan cuci tangan pakai sabun,” katanya.

Berita Lainnya

Tim Kementerian Kesehatan RI Kunjungi HST

Puluhan Orang Tanpa Masker Kena Sanksi

1 dari 294
Loading...

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan, drg H Kusudiarto melaporkan data yang diambil melalui survey awal Juni 2020, jika sosial distancing 41,8 % masyarakat masih ada berkumpul-kumpul, berdasarkan survey mulai bulan Juni dari 80% menjadi 78% pemakaian masker jadi ada penurunan, dan 78,9 % kepemilikan sarana CTPS.

“Berdasarkan data tersebut menunjukkan HST masih ada potensi kenaikan kasus Covid-19 sehingga perlu ada kebijakan dan ketegasan tentang pemakaian masker, penyediaan sarana CTPS maupun physical distancing,” jelasnya.

Selain itu, Pimpinan Ponpes Almansur juga menyampaikan, bahwa sampai saat ini hampir 3 bulan libur proses pembelajaran, dan ada kendala yang dihadapi, dimana santri harus menghapal dari rumah.

“Jadi, tidak bisa setor hapalan Qur’an, banyak kerugian termasuk ekonomi. Mudahan kami diberi ijin untuk mulai pembelajaran, dan bagaimana jalan terbaiknya agar pembelajaran di ponpes bisa dilaksanakan berjalan normal seperti biasa dan menjadi berkat bagi kabupaten HST,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Kabupaten HST, H Ahmad Tamzil juga menyampaikan, persoalan yang dihadapi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah saat ini memang semakin bertambah yang positif covid-19.

“Persoalan yang kita hadapi sangatlah sulit, mari selalu kita patuhi protokol kesehatan terkait Covid-19. Semoga, semua pondok pesantren yang ada di kabupaten HST bisa dibuka pada bulan Juli akan datang,” sebutnya. (ary/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya