BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Samsul Rizal membuka kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten HST tahun 2026 yang digelar di Hotel Rattan Inn, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bank Indonesia, perangkat daerah terkait, Badan Pusat Statistik (BPS), Bulog, serta jajaran TPID Kabupaten HST.
Dalam sambutannya, Bupati Samsul Rizal menegaskan pengendalian inflasi merupakan salah satu prioritas nasional yang memerlukan komitmen, sinergi, dan langkah nyata dari seluruh anggota TPID.
Menurutnya, tantangan inflasi pada tahun 2026 masih dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari produksi dan distribusi pangan, perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas strategis, hingga dinamika perekonomian nasional dan global.
“Pengendalian inflasi harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan kelembagaan ekonomi daerah, serta optimalisasi program-program unggulan daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan empat arahan strategis kepada seluruh anggota TPID. Pertama, percepatan kerja sama antar daerah (KAD), khususnya kemitraan dengan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Perumda Pasar Baiman guna menciptakan kepastian pasar bagi produk pertanian HST, memperkuat rantai pasok, serta menjaga stabilitas harga di tingkat produsen dan konsumen.
Kedua, penguatan Program GEMPIDA (Gerakan Masyarakat Peduli Inflasi Daerah). Program tersebut akan difokuskan pada pelaksanaan INRAPA (Instansi Ramah Pangan), ASN GEMBIRA (Gerakan Menanam dan Berkebun di Pekarangan), GEMPITA (Gerakan Mandiri Pangan Keluarga Sejahtera), serta EDISI (Edukasi Inflasi di Sekolah).
“Jadikan GEMPIDA sebagai praktik baik pengendalian inflasi di daerah kita,” tegasnya.
Arahan ketiga adalah percepatan pembentukan Perumda Agro, Pangan dan Energi HST sebagai instrumen strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. BUMD tersebut diharapkan mampu berfungsi sebagai penyerap hasil pertanian, penyedia cadangan pangan daerah (buffer stock), sekaligus agregator komoditas yang mendukung pelaksanaan kerja sama antar daerah.
Sementara itu, arahan keempat menitikberatkan pada optimalisasi sembilan langkah konkret pengendalian inflasi serta penguatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Bupati menegaskan target utama Pemerintah Kabupaten HST pada tahun 2026 adalah menjaga inflasi tetap terkendali sesuai sasaran nasional, meningkatkan indeks kinerja TPID, serta memperkuat ketahanan pangan daerah demi kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus bekerja lebih terintegrasi, inovatif, dan responsif. Dengan kerja sama yang erat, saya yakin kita mampu menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi pertumbuhan yang berkelanjutan dan merata di Bumi Murakata,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh anggota TPID untuk aktif mengedukasi masyarakat mengenai program stabilitas harga dan pengendalian inflasi. Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi masyarakat.
Melalui HLM TPID Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah berharap koordinasi dan sinergi antarinstansi semakin kuat sehingga berbagai risiko inflasi dapat diantisipasi lebih cepat dan tepat, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(adv/ary/KPO-3)















