PKS Usung Haris – Yuni, Hendra: Itu Klaim Sepihak

247

Banjarmasin, KP- Atmosfer Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Kota Banjarmasin 2020 kian memanas, menyusul beredarnya surat laporan hasil tahapan seleksi Bakal Calon Kepala Daerah untuk Pilkada 2020 dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kalimantan Selatan. 

Dalam surat bernomor A-054/GOLKAR-KS/VI/2020 tertanggal 26 Juni 2020 itu, Golkar telah mengusulkan sejumlah nama bakal calon kepala daerah yang bakal bertarung di Pilkada 2020 ini. Tak terkecuali untuk Kota Banjarmasin. Dalam surat tersebut, Golkar secara resmi mengusung pasangan Abdul Haris Makkie dan Yuni Abdi Nur Sulaiman sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota.

Rencananya, hasil laporan hasil seleksi ini bakal diumumkan Golkar secara resmi hari ini, Senin (29/06/2020). “Nanti Senin (hari ini,red) diumumkan. Kalau saya yang ngomong kurang pas,” ujar Wakil Ketua Penjaringan Bakal Calon Pilgub Golkar Kalsel Puar Junaidi saat dicoba dikonfirmasi terkait surat tersebut, Minggu (28/06/2020).

Selain bakal calon yang diusung, dalam surat yang dikeluarkan pada 26 Juni 2020 itu juga dicantumkan beberapa nama partai koalisi pengusung. Untuk pemasangan Haris – Yani, sendiri diusung Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Nasional Demokrat (Nasdem), termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Lantas, apakah memang PKS sudah tak lagi mengusung kadernya, yakni Ibnu Sina yang saat ini menjadi petahana? Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PKS Banjarmasin, Hendra, memberikan klarifikasi atas kabar tersebut. Ia mengatakan bahwa apa yang dinyatakan Golkar, bahwa PKS juga turut mengusung pasangan Haris – Yuni adalah klaim sepihak. 

Berita Lainnya

Kalsel Gelorakan Gemar Makan Ikan

New Normal Politik Elektoral

Loading...

“Memang beredar surat dari Golkar itu, namun bisa saja itu klaim sepihak. Karena tak ada dari kami PKS kota turun. Jadi ini klarifikasi kami,” ujar Hendra saat dikonfirmasi melalui telepon.

Hendra dengan tegas menyatakan bahwa PKS tak pernah berpaling hati. Ia berujar, hingga saat ini PKS tetap mendukung kadernya untuk maju di Pilwali 2020. Tak terkecuali dukungan bagi Ibnu yang saat ini sebagai Walikota Banjarmasin. 

“Kami sudah menyerahkan usulan. Kami mengusulkan kader sendiri. Artinya kader sendiri itu ada Pak Ardiansyah, Mustafa Zakir, termasuk Pak Ibnu yang menurut kami sudah memiliki kapasitas,” jelas Hendra.

Namun begitu ujar Hendra, apa saja bisa terjadi.  Termasuk usulan yang sudah mereka sampaikan bisa saja tak disetujui oleh PKS pusat jika terjadi lobi di tingkat tinggi. Mengingat, partai koalisi pengusung Haris – Yuni bukan koalisi yang bisa disepelekan.

“Usulan kami sudah disampaikan. Tinggal dari pusat saja lagi memutuskan. Wallahualam kalau ada lobi-lobi tingkat tinggi di DPP. Itu yang bisa mematahkan semaunya. Karena kita tahu tentang koalisi besar itu,” bebernya.

Selain itu, Hendra juga merasa heran mengapa surat laporan hasil tahapan seleksi Golkar bisa beredar ke publik. Ia pun menilai Golkar begitu berani melakukan itu. Sebab, surat tersebut seharusnya bersifat rahasia. Dan hingga saat ini ia tak tahu maksud tujuan surat itu disebarkan, dan siapa yang menyebarkannya.

“Itu artinya lempar batu sembunyi tangan, kami tak tahu siapa yang melempar surat itu. Mestinya itu rahasia, kenapa jadi sampai ke publik? Kalau ada klaim seperti itu wallahualam apakah ada pembicaraan di pusat atau apa, sampai berani kan,” pungkasnya. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya