Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Targetkan Sawah Baru di Kalsel

×

Targetkan Sawah Baru di Kalsel

Sebarkan artikel ini

Capai 30 Ribu Hektare

1 utama 5 klm 10 cm sawah

Selain optimalisasi irigasi, pemerintah juga akan mendorong pembangunan sawah baru meski dalam jumlah terbatas

BANJARBARU, KP – Pemerintah pusat menargetkan buka sawah baru di Provinsi Kalsel.

Kalimantan Post

Potensi luasan sawah baru mencapai 30 ribu hektare.

Pembukaan sawah baru sejalan dengan ketersediaan air.

Melalui jaringan irigasi. Luasannya melebihi kebutuhan luasan sawah saat ini.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut infrastruktur irigasi di Kalsel sebenarnya memiliki cakupan yang besar.

Jaringan irigasi primer dan sekunder yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum disebut mampu mencakup sekitar 500 ribu hektare, sementara luas sawah yang ada sekitar 300 ribu hektare.

“Artinya ada saluran yang belum tersambung menjadi jaringan tersier sehingga belum optimal dimanfaatkan. Ini yang menjadi target kita,” jelasnya.

Selain optimalisasi irigasi, pemerintah juga akan mendorong pembangunan sawah baru meski dalam jumlah terbatas.

Potensi penambahan sawah di Kalsel diperkirakan sekitar 30 ribu hektare.

Kalsel menjadi salah satu sasaran dalam pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 tentang kawasan swasembada pangan, energi, dan air.

Penguatan ketahanan pangan menjadi langkah penting menghadapi ketidakpastian global akibat dinamika geopolitik dan ekonomi dunia.

Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya berbicara soal ketersediaan, tetapi juga kemandirian dan kedaulatan pangan.

Pemerintah ingin memastikan setiap daerah mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.

“Kalau dulu pemerintah lebih menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, sekarang kedaulatan pangan wajib hadir. Kedaulatan pangan bukan hanya ketersediaan, tetapi kemandirian,” papar Hanif di Banjarbaru, Senin (15/6).

Strategi ketahanan pangan nasional dilakukan melalui dua pola utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi.

Untuk Kalsel, pemerintah akan lebih fokus pada intensifikasi karena potensi lahan pertanian yang sudah tersedia.

Baca Juga :  Tak Bergantung Investor, RPU Modern Banjarmasin Siap Beroperasi Setelah Fasilitas Lengkap

Penguatan sektor pangan juga akan dilakukan melalui berbagai komoditas lokal, seperti pengembangan itik, integrasi sawit dan sapi, serta pengembangan komoditas perikanan seperti ikan gabus.

Hanif mengatakan, Kalsel mampu mengambil peran sebagai penyangga pangan regional Kalimantan.

Bahkan dengan kondisi saat ini, Kalsel telah menjadi salah satu daerah pemasok beras di kawasan Kalimantan.

“Potensi ini tidak boleh disia-siakan. Kami tingkatkan kualitasnya menjadi keunggulan kompetitif dengan memastikan seluruh sawah mendapatkan aliran irigasi,” pungkasnya. (mns/K-2)

Iklan
Iklan