Banjarbaru, KP – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmen memperkuat soliditas kebangsaan di tengah berbagai tantangan pada era ketidakpastian melalui pelaksanaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I dan Dialog Kebangsaan.
Ketua MUI Kalimantan Selatan KH Ahmad Syairazi mengatakan MUI harus menjadi rumah besar umat Islam yang mampu merangkul seluruh komponen masyarakat serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi sumber perpecahan dan keberagaman harus menjadi kekuatan membangun sinergi dan kolaborasi demi kepentingan umat lebih luas,” ujar Ahmad Syairazi pada pembukaan Mukerda I dan Dialog Kebangsaan MUI Kalsel di Banjarbaru, Senin (15/6).
Menurut dia, tema “Memperkuat Soliditas Kebangsaan di Era Ketidakpastian” sangat relevan kondisi saat ini ditandai berbagai tantangan sosial, perkembangan teknologi informasi, hingga munculnya berbagai isu yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.
Oleh karena itu, MUI Kalsel mendorong penguatan kolaborasi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi persoalan umat dan kebangsaan.
“Kami berharap Mukerda hasilkan program kerja realistis, implementatif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat peran MUI dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkapnya.
Dikatakan, tantangan umat saat ini tidak dapat dihadapi sendiri-sendiri sehingga kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi kunci dalam menjalankan dakwah dan pengabdian kepada masyarakat.
Gubernur Kalsel Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Adi Santoso menyampaikan apresiasi terselenggaranya Mukerda dan Dialog Kebangsaan yang dinilai menjadi bukti kontribusi aktif MUI bagi pembangunan daerah.
“MUI memiliki posisi strategis sebagai wadah pemersatu umat, penjaga toleransi, serta mitra pemerintah memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus informasi dan tantangan sosial yang berkembang saat ini,” ucap Adi.
Ia menilai ruang dialog kebangsaan perlu diperluas untuk memperkuat pemahaman kebangsaan di seluruh lapisan masyarakat, terutama menghadapi maraknya penyebaran fitnah, ujaran kebencian, serta berbagai paham yang berpotensi memecah belah persatuan.
Mukerda I dan Dialog Kebangsaan MUI Kalsel yang diikuti sekitar 500 peserta dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Ketua Umum MUI Pusat KH Marsudi Syuhud.
Selain itu juga hadir Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Wakil Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, Kepala Staf Korem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fahrur Rozi dan pengurus MUI provinsi serta kabupaten/kota se-Kalsel. (ant/mns/K-2)















