Rapat Paripurna Intern DPRD Banjarmasin Diwarnai Interupsi

Banjarmasin, KP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin menggelar rapat paripurna intern, Kamis (11/10/2020) kemarin.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Banjarmasin, Harry Wijaya SH didampingi Wakil Ketua HM Yamin, dr Hj Ananda, dan Tugiatno dengan penyampaian pengumuman konsultasi pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi.

Rapat paripurna digelar menindaklajuti , hasil rapat pimpinan dan pimpinan fraksi di DPRD Kota Banjarmasin membahas perubahan agenda kegiatan dewan yang sebelumnya sudah dijaduwalkan dan diputuskan dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus). Diantaranya soal rencana kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah.

Sebelumnya rapat Banmus dalam pada bulan Juni 2020 ini DPRD Kota Banjarmasin, hanya menjaduawalkan kunker dalam daerah provinsi, namun belakangan dirubah dijaduwalkan akan dilaksanakan kunker ke luar daerah provinsi.

Bahkan dalam rapat paripurna intern digelar, sejumlah anggota dewan menyampaikan interupsi mempertanyakan, soal pengumuman keputusan yang akan diambil apakah sifatnya hanya pengumuman dari pimpinan dewan atau akan menjadi keputusan rapat paripurna intern.

“Masalahnya ini harus dijelaskan terlebih dahulu, karena jika hanya pengumuman berarti hanya berarti pemberitahuan dari pimpinan dewan, sedang jika keputusan maka akan menjadi sebuah keputusan dari rapat paripurna intern ini,” kata anggota Abdul Gais, SE dari Fraksi Partai Demokrat.

Berita Lainnya

Metode pembelajaran Inovatif Kunci ABK

Guru dan Penulis Tanbu Apresiasi e-book iKalsel

1 dari 1.398
Loading...

Menurutnya, jika hanya sifatnya pengumuman namun sebelum disepakati hasil rapat pimpinan dewan dan ketua fraksi yang kemudian menyepakati perubahan agenda dewan yang sebelumnya dijuduwalkan di Banmus tersebut harus disampaikan dulu kepada seluruh anggota dewan dalam rapat paripurna yang digelar untuk mendapat persetujuan.

Diakui Abdul Gais, sesuai tata tertib (tatib) dewan , bahwa perubahan agenda dewan yang sebelumnya sudah diputuskan dalam rapat Banmus harus dibawa dalam rapat paripurna intern untuk disepakati.

“Tapi kalau hanya sekedar pengumuman, maka ini berarti hanya keputusan yang diambil pimpinan dewan, sebaliknya bukan keputusan rapat paripurna intern sebagaimana digelar hari ini,” ujarnya.(nid)

Interupsi juga disampaikan Isnaeni dari Fraksi Partai Gerindra yang mengatakan, sesuai tatib rapat paripurna ada yang bersifat penyampaian pengumuman dari pimpinan dewan dan pengambilan keputusan.

Sementara Awan Subarkah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera dan Sukhrowardi meminta agar ada kejelasan apakah hanya pengumuman atau sebuah menjadi keputusan rapat paripurna.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Banjarmasin Harry Wijaya menjelaskan, hanya pengumuman dan ia menjelaskan, hal ini sesuai ditetapkan dalam tatib DPRD Banjarmasin. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya