Bangun Banua Terus Bergerak Lebarkan Bisnisnya

Kami ingin menjadi salah satu perusahaan daerah pengendali pangan di buminya Antasari,” sebut Bayu.

BANJARMASIN, KP – Memorandum of Understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama antara Sekretariat Nasional Badan Usaha Milik Petani Indonesia (Seknas BUM Petani Indonesia) dengan Perusahaan Daerah PT Bangun Banua tentang Usaha Peternakan, Pertanian,  Perkebunan. Dicara tersebut disaksikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel Imam Suprastowo dan Sekretarisnya Muhammad Yani Helmi serta Direktur PT Jamkrida Kalsel Suyanto dan Perwakilan Bank Kalsel, di aula Bangun Banua.

Direktur Utama PT Bangun Banua H Bayu Budjang kepada wartawan mengungkapkan, pihaknya terus bergerak memperlebar usaha bisnis di bidang pertanian, peternakan dan perkebunan.

“ Kami ingin menjadi salah satu perusahaan daerah pengendali pangan di buminya Antasari,” sebut Bayu.

H Bayu menyebutkan, salah satu yang akan digerakkan yakni mendatangkan, memasarkan dan menyalurkan hewan sapi NTT untuk konsumsi warga Kalsel.

Dengan MoU inilah yang memperkuat untuk menggerakkan bisnis Bangun Banua dan pengucur dana adalah Bank Kalsel serta penjamin dari Jamkrida.

“ Kami terus bermitra untuk menggerakkan sektor perternakan, pertanian dan perkebunan dibanua ini,” bebernya.

Ketua Seknas BUMP Indonesia DR Sugeng Edi Waluyo mengungkapkan, MoU bagian inisiatif Bangun Banua untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui sektor pertanian, peternakan dan perkebunan.

“Sejak 2008 membuat petani bisa memiliki kelembagaan dan kami sudah bekerjasama dengan 16 provinsi di Indonesia, bahkan kami ada dinegara Australia dan Malaysia,” ucapnya bangga.

Ia berharap, PT Bangun Banua bisa memaksimalkan bisnisnya, mengingat lahan di Kalsel sangat luas, Bahkan kebutuhan hewan sapi 3.000 ekor.

Berita Lainnya
1 dari 449
Loading...

“Jadi kita siapkan mulai dari bibit, hingga penggemukan, yang melibatkan semua petani yang berada di lingkup Seknas BUMP Indonesia,’’ katanya.

Bahkan Kalsel sudah ada BUMP PT Karya Abadi Petani berlokasi di Tanah Laut, yang kini  memiliki 300 ekor sapi hasil kerjasama dengan Australia,” katanya.

Begitu pula dengan pertanian, katanya, bisa dimulai dari budidaya, pupuk, dan pemasaran hasil, karena itu perlunya hadir perusahaan daerah, dimana perusahaan daerah sebagai figur di Kalsel, yang melibatkan pembiayaan dan penjaminan, sehingga petani tidak dirugikan dan perbankan tidak dikecewakan,” katanya. 

Regulasi ini, harapnya, dipelopori Komisi II DPRD Provinsi Kalsel berkenan menginisiasi peraturan daerah perlindungan petani, tahap pertama ini kita siapkan 200 ekor sapi dulu untuk kurban agar bisnis PT Bangun Banua bergerak,” sebutnya.

Kemudian, katanya, PT Bangun Banua menjadi suatu model kelanjutan usaha, artinya tidak ada anggapan usaha ramai-ramai, namun diupayakan para peternak di NTT bisa mengirimkan 500 ekor sapi perbulannya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel Imam Suprastowo mengapresiasi, adanya kerjasama BUMP Indonesia dengan Bangun Banua.

“ Kalsel daerah agraris, jadi layak untuk mengembangkan bisnis tanaman pangan, peternakan dan perkebunan,” katanya.

“ Kalsel daerah agraris, jadi layak untuk mengembangkan bisnis tanaman pangan, peternakan dan perkebunan,” katanya.

Senada itu, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalsel Muhammad Yani Helmi atau paman Yani meminta PT Bangun Banua harus lebih bergerak cepat dalam mengembangkan bisnisnya, jangan seperti manajemen yang dulu.

“ Sinergitas dari MoU bisa cepat direalisasikan dan Kami akan selalu mengawasi dan memantau bisnis Bangun Banua, dan terus bergerak,” tutup paman Yani. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya