Ini Pesan drh Anang, Sebelum Beli Hewan Kurban

Banjarmasin, KP – Menjelang hari raya Idul Adha 1441 H, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin kembali melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di RPH Basirih, Selasa (07/07/2020).

Dari hasil pemeriksaan antemortem (pemeriksaan fisik luar sebelum dipotong), tidak ada ditemukan hewan kurban yang terserang penyakit menular dan berbahaya seperti antraks dan beberapa penyakit mematikan lainya.

Medik Veteriner, DKP3 Banjarmasin, drh Anang Wijatmiko mengatakan, Pemeriksaan terhadap hewan ternak rutin akan dilakukan sejak hari ini hingga pelaksanaan ibadah kurban nanti.

Berita Lainnya
1 dari 1.439
Loading...

“Kalau untuk sementara masih aman tidak ada penyakit yang berbahaya, paling ada sapi yang kelelahan karena pengiriman melalui transportasi laut yang cukup jauh,” ucapnya usai melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan antemortem dilakukan untuk memastikan ada tidaknya penyakit strategis pada ternak seperti hanya anthrax, jembrana, brucellosis serta penyakit yang bisa menimbulkan bahaya jika dikonsumsi manusia. 

Mengingat ternak yang ada di RTH Basirih didatangkan dari luar Kalimantan, seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Anang menganjurkan bagi masyarakat yang ingin membeli ternak baik untuk keperluan ibadah kurban maupun dikonsumsi biasa agar memperhatikan kondisi kesehatan ternak sebelum membeli. Diantaranya kondisi ternak tidak lesu, berdiri tegak, bagian mata jernih, bulu mengkilat tidak kusam, dan hidung basah, tidak kering.

Sedangkan untuk mengetahui usia ternak dapat dilihat dari kondisi gigi. Jika gigi sudah copot minimal satu maka bisa dipastikan usia sapi sudah lebih dari dua tahun. “Kalau giginya sudah copot satu jadi hitungannya diatas dua tahun. jadi sudah layak sebagai syarat hewan kurban,” pungkasnya. (sah/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya