Istri Korban Berharap Pelaku Dihukum Seumur Hidup

Kalau bisa hukuman seumur hidup, itulah kami harapkan dalam persidangan nantinya

BANJARMASIN, KP – Rekonstruksi pembunuhan H Bahruddin alias H Udin (48) yang terjadi di depan rumahnya Jalan Alalak Utara RT 15, digelar di Halaman Mapolsekta Banjarmasin Utara, di kawasan Jalan Brigjen H Hasan Basri Kayu Tangi Ujung, Kamis (23/07/2020).

Reka ulang kejadian itu langsung diperankan tersangka Mochammad Irfan alias Irfan (44), warga Anjir Jelapat Kabupaten Barito Kuala (Batola), bersama dua temannya sebagai saksi. Dan disaksikan pengacara tersangka dari Lembaga Kosultan dan Bantuan Hukum (LKBH) Unlam Banjarmasin, termasuk istri dan keluarga korban.

Kapolsekta Banjarmasin Utara, AKP Gita Suhandi Ahmadi SIK didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hendra Agustian Ginting memantau langsung jalannya reka ulang kejadian tersebut.

Rekontruksi pembunuhan ini, berawal permasalahan utang korban dengan tersangka senilai Rp7.500.000 setahun silam, yang mana uang itu untuk menyewa mobil angkutan kepada korban. Namun, mobilnya tak kunjung datang sedangkan uangnya habis.

Saat ditagih korban bertele-tele membayar dan sempat berkata kasar kepada korban. Karuan saja, tersangka dongkol hingga keduanya sempat bersitegang, namun berhasil didamaikan karena dimediasi Bhabinkamtibas Alalak Utara Banjarmasin Utara.

Namun ternyata, permasalahan itu tidak benar-benar selesai hingga akhirnya, Senin (29/06/2020) silam tersangka bersama dua temannya kembali mendatangi korban di rumah untuk menagih utang tersebut. Saat itu dua temannya menunggu di luar duduk sepeda motor.

Kemudian pada adegan ke-18, saat tiba di depan rumah korban, tersangka sempat dibentak korban. Hingga cekcok mulut pun terjadi, sejurus itu korban memukul pelaku, namun tersangka berhasil menghindar.

Berita Lainnya
1 dari 870
Loading...

Kemudian tersangka mengambil senjata air soft gun dan pisau dari dalam jok sepeda motor yang diparkir tak jauh dari halaman rumah korban.

Setelah itu tersangka kembali mendatangi korban, dengan senjata yang disimpan dalam celananya. Saat berhadapan, tersangka langsung menodongkan pistol air soft gun kepada korban.

Namun bukannya takut korban malah maju dan mencoba merebut pistol air soft gun milik tersangka, lalu tersangka menembak korban beberapa kali. Akan tetapi tembakan meleset, hingga korban dan tersangka berebut air soft gun itu.

Perebutan itu terjadi hingga ke luar halaman rumah korban, saat pergumulan itu terjadi, tersangka mencabut pisau pisau yang sudah disimpannya dalam celana dan langsung menusuk korban hingga beberapa kali. Korban oun mengalami luka di bagian badan, punggung dan tangan.

Melihat korban sudah banyak mengeluarkan darah itulah tersangka bersama dua orang temannya langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Rasidah, istri korban di sela jalannya rekontruksi sempat meneriaki tersangka. Menurut dia, dari yang ia saksikan tersangka sempat berkali-kali menendang korban.

“Tak seperti itu, kamu sempat menendang dan menembak tiga kali, sudah saya katakan untuk berhenti tapi masih kamu serang,” teriak dia.

Ia pun hanya bisa menanti keadilan dari pengadilan nantinya dan berharap pelaku pembunuhan suamianya tersebut dihukum seberat-beratnya. “Kalau bisa hukuman seumur hidup, itulah kami harapkan dalam persidangan nantinya,” katanya sambil berlinang air mata. (fik/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya