Kiriman Sayur dan Konveksi Meningkat Tajam Jelang Lebaran

Beda dengan kiriman dari Banjarmasin menuju pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tidak mengalami peningkatan seperti kiriman barang rongsokan atau kayu olahan hingga buah buahan hampir sepi dari biasanya.

BANJARMASIN, KP – Dieranya new normal kiriman barang konveksi dan sembako serta sayuran asal Jawa ke Banjarmasin mengalami peningkatan yang cukup besar setiap harinya jelang lebaran kurban tahun ini.

Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Banjarmasin Anton Wahyudi SE, ketika dikonfirmasi wartawan via telponan membenarkan jika kiriman dari Surabaya mengalami peningkatan signifikan bulan-bulan ini atau sudah mengarah ke normal.

Beda dengan kiriman dari Banjarmasin menuju pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tidak mengalami peningkatan seperti kiriman barang rongsokan atau kayu olahan hingga buah buahan hampir sepi dari biasanya.

Dijelaskan Anton, armada terbaik kapal yang disiapkan lebaran ini aktif melayani rute Banjarmasin ke Surabaya dan sebaliknya adalah KM Kirana IX dan KM Dharma Kartika secara crossing.

Untuk kiriman kiriman sayur dari Jawa masih normal juga barang-barang konveksi milik ekspedisi darat sekarang mulai ramai ada sekitar 70 sampai 80 an truk yang terangkut dari semua pelayaran yang beraktiftas setiap harinya atau naik hingga 100 persen dari bulan sebelumnya.

Untuk angkutan orang yang mudik memang belum ada peningkatan dari sebelumnya umumnya warga sudah paham terkait pandemi ini mereka lebih banyak menahan diri untuk tidak mudik lebaran juga biaya yang mahal Rapid.

Berita Lainnya
1 dari 411
Loading...

Lebih lanjut diungkapkan, untuk petugas pandemi masih stand bay dipelabuhan baik memantau armada kapal yang mau berangkat dan yang datang.

“ Kita dukung tatanan kehidupan baru atau new normal, PT Dharma Lautan Utama (DLU) terus disiplinkan protokol kesehatan ke semua penumpang dan para awak sopir yang masuk kapal DLU,” tegasnya.

Dalam pelayanan jasa angkutan, tetap berkomitmen mengikuti anjuran pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, dalam menerapkan protokol kesehatan, baik untuk penumpang dalam kapal ataupun dari segi calon penumpang kapal yang mau berangkat.

Begitupun nantinya jika medekati hari H penumpang kembali ramai, manajemen DLU tetap optimalkan standart protokol kesehatan Covid-19 di semua kantor cabangnya.

“Untuk pembelian tiket disiapkan bilik khusus termasuk disediakannya tempat cuci tangan, hand sanitaizer, wajib pakai masker juga cek suhu badan,” ujarnya.

“ Kita sangat setuju jika Menteri Perhubungan mencabut Rapid Test ini karena tidak memberatkan ekonomi kalangan bawah yang mudik atau bepergian naik kapal karena biayanya lebih mahal dari harga ticket kapal,” ungkapnya.

“Apalagi pihaknya sudah melaksanakan standart protokol kesehatan covid 19 dikantor, di Pelabuhan Penumpang Trisakti juga ketika akan masuk kapal artinya ini sudah cukup, Rapid Test juga tidak menjamin mereka bebas dari korona,” demikian Anton Wahyudi. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya