Masyarakat Wajib Awasi Aktifas Buang Limbah Sembarangan

Banjarmasin, KP – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Drs,Mukhyar, MAP mengajak masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam mengawasi adanya indikasi pencemaran lingkungan.

Baik itu dilakukan oleh perusahaan, rumah sakit, hotel, usaha kecil menengah (UKM) ataupun tempat usaha lainnya hingga perorangan yang membuang limbah berbahaya yang dapat mencemari lingkungan, kata Mukhyar kepada KP, Rabu (22/7/2020).

Ia mencotohkan, terakhir terungkapnya pembuangan oli di sungai Jalan A Yani Km 2 . Menurutnya, pembuangan limbah olie itu sudah ditindaklanjuti pihaknya dengan mangambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan melalui laboratorium untuk memastikan apakah mengandung limbah berbahaya (B3).

Mukhyar mengaku, pihak juga masih belum mengetahui sumber pembuangan limbah olie tersebut. “Namun demikian kami tengah berusaha melakukan penelusuran sampai diketahui pasti asal muasal limbah tersebut dibuang,” ujar Mukhay yang juga rangkap jabatan sebagai Plt Kepala Inspektorat Kota Banjarmasin ini, kepada {KP}, Rabu (22/7/2020) kemarin.

Sebelumnya sebagaimana ramai diberitakan beberapa waktu lalu ungkapnya lagi, DLH menemukan aktifitas sebuah perusahaan penumpukan oli di kawasan Jalan Kapten Piere Tendean yang membuang oli bekas sembarangan dan mencemari Sungai Martapura juga adalah atas hasil laporan masyarakat.

Demikian pula lanjutnya, terkait adanya laporan masyarakat terhadap pembuangan limbah cair dari aktifitas Karouke Armani dan Hotel Pyramid Suites, dimana setelah dilakukan uji laboratorium limbah cair yang dibuang melebihi ambang batas dan dikhawatirkan bisa mengancam pencemaran lingkungan sekitar.

Mukhyar menandaskan, setiap laporan atau pengaduan masyarakat kepada DLH terhadap indikasi dugaan pencemaran lingkungan akan menjadi dasar untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan berlaku.

Berita Lainnya
1 dari 1.384
Loading...

Selain masyarakat Mukhyar juga menghimbau, agar petugas trantib kecamatan juga turut melakukan pengawasan jika menemukan indikasi pencemaran lingkungnan yang sifatnya komprehensif.

Dijelaskannya, pengaduan dugan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup dan atau perusakan hutan, diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan RI Nomor : 22 tahun 2017.

Dalam Permen LH itu kata Mukhyar, diatur tentang tata cara pengolahan pengaduan dugaan pencemaran dan atau perusakan lingkungan maupun hutan.

Ia juga menegaskan, pemerintah bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan. Terkait tugas ini, maka pemanfataan berbagai sumber daya alam maupun aktifitas kegiatan setiap bidang usaha wajib menghindari dari hal-hal yang menimbulkan dampak pencemaran atau kerusakan lingkungan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, guna mengantisifasi kerusakan lingkungan, pemerintah sudah menerbitkan regulasi salah satunya Undang-Undang Nomor ; 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta sejumlah peraturan lainnya.

Bahkan terkait pelaksanaan sejumlah regulasi yang diterbitkan pemerintah itu, Pemko Banjarmasin juga telah menerbitkan beberapa Peraturan Daerah (Perda), diantaranya Perda Nomor : 7 tahun 2010 tentang Izin Pembuangan dan Pengelolaan Limbah Cair.

Disebutkan Mukhyar, dalam Perda tersebut diamanatkan, setiap orang atau badan hukum yang melaksanakan kegiatan dan atau usaha yang melakukan pembuangan limbah cair wajib memiliki izin dari Pemko Banjarmasin. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya