Penetapan RTH Masih Menuai Diprotes

Penetapan kawasan RTH cukup banyak dikeluhkan masyarakat dan mareka juga meminta penjelasan pembangunan jembatan gantung Pulau Bromo, Kelurahan Mantuil yang kini tengah dikerjakan

BANJARMASIN, KP – Desakan Pemko Banjarmasin merevisi Perda Nomor : 5 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terus disuarakan. Masalahnya, karena dalam Perda yang didalamnya juga ditetapkan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) itu dinilai merugikan tanah milik warga.

“ Seperti di Kelurahan Matuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, banyak tanah milik warga di kawasan itu tidak bisa dibangun apa-apa lantaran dalam Perda RTRW ditetapkan sebagai kawasan RTH,’’ kata Roliansyah.

Hal itu disampaikan Roliansyah warga Komplek Mantuil Raya RT 20 ini dihadapan anggota DPRD Kota Banjarmasin daerah pemililihan (dapil), Kecamatan Banjarmasin Selatan yang tengah melaksanakan kegiatan reses guna menyerap aspirasi masyarakat, Jumat (10/7/2020) kemarin.

Sebelumnya, ia juga meminta penjelasan terkait pembangunan jembatan gantung Pulau Bromo, Kelurahan Mantuil yang kini mulai tengah dikerjakan. Padahal kawasan sekitar itu ujarnya, dalam Perda RTRW masuk sebagai RTH.

Menjawab aspirasi disampaikan anggota DPRD Kota Banjarmasin, Afrizaldi mengakui, penetaran kawasan RTH sebagaimana tertuang dalam Perda RTRW cukup banyak dikeluhkan masyarakat. “Masalahnya, karena lahan atau tanah yang ditetapkan sebagai RTH sebagaian adalah milik warga,” ujarnya.

Terkait permasalahan banyaknya keluhan warga terkait penetapan RTH ini Afrizaldi mengemukan, tentunya akan menjadi perhatian serius pihak dewan. Diungkapkan saat ini Pemko Banjarmasin tengah mengusulkan untuk melakukan revisi atau perubahan terhadap Perda RTRW tersebut.

Dijelaskan Afrizaldi, salah satu isu stategis dalam revisi Perda RTRW adalah, lahan atau tanah milik warga yang di dalam Perda RTRW maupun Perda Nomor : 9 tahun 2014 yang kemudian dirubah dengan diterbitkan Perda Nomor : 3 tahun 2017 tentang RTH yang diplot secara sepihak oleh Pemko menjadi RTH.

Berita Lainnya
1 dari 1.440
Loading...

Lebih jauh anggota dewan dari F-PAN ini menegakui, jika kawasan RTH di Kota Banjarmasin masih sangat minim dan belum sesuai sebagaimana diamanatkan oleh UU Nomor : 26 tahun 2017 tentang Tata Ruang Nasional, yaitu 30 persen dari luas wilayah.

Menurutnya, mestinya Pemko Banjarmasin harus mencotoh sejumlah kota besar seperti DKI Jakarta dan Surabaya yang membeli atau memberikan ganti rugi terhadap tanah atau lahan milik warga jika ingin memperluas RTH.

Sebelumnya Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina juga mengakui, jika revisi Perda Nomor : 5 tahun 2013 tentang RTRW salah satunya didasari karena adanya desakan warga yang merasa merugikan karena lahan atau milik mereka ditetapkan sebagai RTH.

Bahkan dari catatan terkait protes penetapan RTH di lahan atau tanah milik warga ini juga sempat disampaikan Hj Wahidah beberapa waktu dengan melayangkan surat ke DPRD Kota Banjarmasin.

Dalam suratnya Hj Wahidah meminta agar pihak dewan memperjuangkan aspirasi lantaran tanah miliknya seluas 60 x 15,30 meter persegi yang berlokasi Sungai Kidaung Kelurahan Pangeran Kecamatan Banjarmasin Utara diplot Pemko Banjarmasin sebagai kawasan RTH.

Hj Wahidah mendesak, agar Pemko Banjarmasin segera memberikan kompensasi atau ganti rugi atas tanah miliknya tersebut sesuai harga pasaran saat ini paling lama 20 hari sejak surat disampaikan.

Jika tidak, pihak Pemko diminta untuk menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dimohonkan. Menurut Hj Wahidah, jikapun menunggu peninjauan kembali atau Perda Nomor : 5 tahun 2013, maka Pemko harus memberikan biaya tunggu Rp 250 juta yang dibayar paling lambat 30 hari sejak surat disampaikan.

Penetapan RTH secara sepihak ini juga banyak dikeluhkan warga Sungai Gampa dan Sungai Andai Kecamatan Banjarmasin Utara menyusul ditetapkan sebagian lahan mereka di kawasan tersebut sebagai RTH. Sebagai tanda protes warga pemilik lahan kawasan itu juga melayangkan surat baik ke Pemko maupun dewan. (nid/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya