Sertifikat Lahan Bantu Petani Bunga Lebih Sejahtera

Martapura, KP – Pemkab Banjar melaksanakan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reforma Agraria. ”Ini dalam rangka penguatan kerja guna penanganan masalah sengketa atau konflik agraria,” kata Sekdakab Ir Hilman didampingi Kepala Kantor Pertanahan Ahmad Yanuari dan Kepala Bidang Penataan Pertanahan Kalsel, di Aula Barakat, Martapura, kemarin.

Menurut Hilman, perlu adannya koordinasi yang baik antar instansi tentang reforma agraria agar tujuan dapat tercapai dengan penguatan kolaborasi dan penguatan lintas sektoral.

”Reforma Agraria sendiri adalah gerakan bersama menata akses dan aset agraria, legalisasi, retribusi aset, legalisasi aset masyarakat dan berperan menangani permasalahan sengketa atau konflik agraria,” ucapnya.

Ahmad Yanuari menambahkan, pihaknya telah melakukan penataan dan pendataan pada beberapa wilayah di Kabupaten Banjar, dan menetapkan desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan sebagai percontohan (pilot project).

Berita Lainnya

Pusat Imbau Daerah Terapkan JKN KIS

Dewan Sahkan Perda Perubahan APBD 2020

1 dari 307
Loading...

”Jingah Habang sendiri jadi sentra produksi aneka bunga, seperti bunga mawar, melati, kenanga,” ungkapnya.

Produknya adalah rangkaian bunga yang biasa dipakai untuk upacara adat perkawinan dan keagamaan. Untuk saat ini sudah dikembangkan pembuatan aroma terapi dan hand sanitizer.

”Jadi nantinya petani disana yang lahannya belum bersertifikat, akan kita bantu prosesnya,” kata dia.

Yanuari menambahkan, nantinya petani bunga benar-benar memiliki aset yang bersertifikat dan dapat membantu mereka mendapatkan permodalan dari perbankan, sehingga bisa mengembangkan usahanya.

”Dan produk yang dihasilkan dapat lebih banyak lagi, tentunya hal tersebut memerlukan pembinaan, bantuan perizinan dan bantuan pemasaran,” pungkasnya. (Wan/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya