Bupati Kambali Ingatkan Netralitas ASN di Pilkada Kalteng

Sekalipun ASN mempunyai hak, namun tetap harus menggunakannya sesuai dengan koridor, sehingga masyarakat dapat melihat, dan mencontoh serta merasakan eksistensi ASN sebagai pemersatu bangsa dan negara.

BUNTOK, KP — Bupati Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Eddy Raya Samsuri mengingatkan kembali dan sekaligus meminta kepada Aparatur Sipil Negara di lingkup pemerintahan kabupaten setempat, agar menjaga netralitas saat Pemilihan Kepala Daerah gubernur dan wakil gubernur Kalteng pada tahun 2020 ini.

“Sebagai warga negara yang baik dan memiliki hak, ASN harus menjaga netralitas dan memberikan contoh kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan Pilkada,” kata Eddy Raya kepada wartawan di Buntok, belu, lama ini.

Dikatakan, partisipasi aktif ASN itu harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku. Bahkan, sekalipun ASN mempunyai hak, namun tetap harus menggunakannya sesuai dengan koridor, sehingga masyarakat dapat melihat, dan mencontoh serta merasakan eksistensi ASN sebagai pemersatu bangsa dan negara.

Eddy Raya mengatakan demokrasi menuntut kedewasaan dan kesadaran akan porsi masing-masing pihak dan jika tidak ada kedewasaan dan kesadaran, maka sesungguhnya demokrasi akan berjalan mundur.

Berita Lainnya

Gubernur Dorong Penguatan Masyarakat Dayak

Gubernur Bantu Korban Banjir Gunakan Helikopter

1 dari 268
Loading...

“Demokrasi hanya sebagai alat untuk mencapai kesejahteraan. Bagaimana mau sejahtera, kalau alat untuk mencapai tujuan tersebut, malah membawa kita mundur ke belakang, sedangkan kita saat ini sudah menjelang 75 tahun proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengambil tema INDONESIA MAJU,” ucapnya.

Selain itu, Bupati Barsel itu juga meminta kepada semua dan ASN di wilayah setempat agar menjadi contoh terbaik dari kepatuhan dan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID 19 seperti saat ini.

New normal atau normal baru, bukan berarti semua kembali normal seperti biasa atau seperti sebelumnya, namun adanya hal baru yang harus bisa menjadi kebiasaan dalam menjalani hidup sehari-hari.

“Kebiasaan baru itu yakni berperilaku pola hidup bersih, sehat, dan aman. Menjaga diri dan keluarga dari kemungkinan tertular dari penyakit-penyakit berbahaya,” terang Eddy Raya Samsuri.

Selanjutnya harus selalu peduli terhadap lingkungan sekitar, saling membantu, saling dukung dan tolong menolong, serta saling memperkuat, saling memberi motivasi, dan saling mengingatkan tentang hal-hal baik. (net/yld/k-10)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya