Pengaruh Miras Oplosan, Penyebab Riduan Tewas Dikeroyok

MY mengejar dan sempat menikam punggung korban menggunakan sajam jenis keris

MARTAPURA, KP – Pengaruh minuman keras oplosan, ikut melatar belakangi peristiwa pengeroyokan yang menewaskan seorang pemuda di Pasar Martapura, Selasa (18/8/2020) kemarin.

Hal ini diungkapkan Kapolres Banjar AKBP Andri Koko Prabowo didampingi Kasat Reskrim AKP Rizki Fernandes, saat jumpa pers, Selasa (25/8/2020), di Mapolres setempat.

Peristiwa sendiri berawal saat tersangka MY (42), warga Tanjung Rema Martapura dan pelaku SB (32), warga Jawa Laut Martapura, bersama kawannya UJ dan ZB serta IT, pesta minuman keras (Miras) oplosan di Pasar Kasbah Martapura.

Lalu korban Riduan (27), warga Desa Jawa Laut Martapura, datang usai membeli lem Fox, kemudian ditanya MY soal uang kembaliannya. Diduga mendapat jawaban bernada tinggi, MY merasa tersinggung. Cekcok pun terjadi, tersangka dan korban lalu adu jotos atau saling pukul.

Berita Lainnya
1 dari 867
Loading...

Tersangka SB sempat melerai dan menasehati MY supaya tidak berkelahi. Lalu Riduan pergi ke arah motor miliknya yang terparkir di depan WC. Namun MY justru mengambil senjata tajam miliknya yang ditaruh di lantai samping toko, tidak jauh dari tempat pesta minum tuak campur Kuku Bima tersebut.

MY mengejar dan sempat menikam punggung korban menggunakan sajam jenis keris. Riduan menangkis, karena melawan, SB malah ikut mencabut sajam di pinggang kirinya dan ikut menusukkannya ke dada sebelah kiri korban.

Korban pun tersungkur walau sempat melakukan perlawanan. Para tersangka akhirnya kabur ke arah Begaok Banjarmasin Selatan. Namun tidak berapa lama, Buser Satreskrim Polres Banjar dibantu Reskrim Polda Kalsel menangkap para pelaku Kamis (20/8/2020), tepat 24 jam usai kejadian.

”Dua pelaku pengeroyokan dikenakan pasal 170 Ayat (2) ke-3 KUHP karena bersama-sama melakukan kekerasan yang mengakibatkan orang meninggal, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara,” katanya.

Dia pun mengimbau warga agar menjauhi perkumpulan yang mengadakan pesta Miras, sebab dampak negatifnya sangat besar. Kapolres meminta masyarakat agar pro aktif melaporkan perkumpulan miras yang mencurigakan kepada aparat kepolisian terdekat.

“Bila sudah mabuk miras atau lem fox, bisa membuat lepas kontrol. emosi pun tidak stabil, bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” ingatnya. (wan/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya