Sebelum Meninggal Wali Kota Banjarbaru Sempat Mengidap Emboli Paru

Banjarbaru, KP – Senin (10/08/2020), kabar meninggalnya Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani pada Senin dini hari pukul 02.30 tersiar luas. Nadjmi saat itu tengah menjalani perawatan karena terkonfirmasi positif Covid-19 selama kurang lebih dua pekan.

Kepala Tata Usaha RSD Idaman Banjarbaru, Firmansyah menjelaskan sebelum meninggal Nadjmi ternyata mengidap Emboli Paru. Dimana Emboli Paru merupakan penyumbatan pada pembuluh paru-paru oleh gumpalan darah.

Berita Lainnya

Lagi, Gebrak Masker di Sungai Sumba

1 dari 357
Loading...

Gumpalan darah tersebut akan menyumbat pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke jaringan di paru-paru sehingga menyebabkan kematian jaringan paru-paru.

“Emboli paru yang dialami beliau (Nadjmi Adhani) diketahui pada Kamis (06/08/2020). Hingga minggu sekitar pukul 10.00 Wita, kondisi beliau mulai turun. Memang sempat membaik, namun kembali drop pada malam harinya” jelas Firman

Mengenai kondisi Ririen Kartika Nadjmi Adhani, Firman menjelaskan kondisi beliau saat ini sudah baik.

“Rencananya hari ini jadwal beliau (Ririen) melakukan swab. Namun beliau masih dalam perawatan insentif di RSUD Ulin Banjarmasin” ujarnya. (dev/k-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya