Wakil Rakyat Geleng Kepala. Presiden Atensi Kasus Stunting di Kalsel

Banjarmasin, KP – Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin geleng kepala, ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan atensi sepuluh provinsi dengan kasus stunting tertinggi di Indonesia. Salah satunya adalah Kalsel.


“Ini menambah rekor buruk Kalsel, karena masuk dalam 10 besar angka stunting terbesar di Indonesia,” kata M Syaripuddin kepada wartawan, Kamis (6/8/2020), di Banjarmasin.


Menurut Bang Dhin, panggilan akrab M Syaripuddin, predikat ini tentu bukan membanggakan, namun menjadi catatan baru bagi pemerintah pusat akan keseriusan pemerintah daerah menanggani kasus stunting.


“Tidak hanya stunting, namun Kalsel masuk dalam jajaran provinsi dengan indeks pembangunan manusia (IPM) yang buruk, begitu pula dengan indeks pembangunan pemuda (IPP) yang sempat terpuruk,” ujar politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.


Selain soal sumber daya manusia (SDM), Presiden Jokowi pernah masukan Kalsel dalam catatannya soal penanganan Covid-19. Waktu itu Kalsel serta dua Provinsi lain, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan masuk tiga besar angka kasus tertinggi di Indonesia.

Berita Lainnya
1 dari 130
Loading...


“Hal ini harus dijadikan fokus pembenahan, sebab ini bukan hanya masalah masa kini, tapi stunting akan berakibat buruk pada masa mendatang,” tambah Bang Dhin.


Untuk itu, Bang Dhin menyarankan agar Kalsel segera membentuk tim percepatan penanganan stunting dengan serius, dengan melibatkan banyak pihak, dan optimalkan serta maksimalkan peran Posyandu yang sudah ada sejak dulu.


Salah satu solusinya adalah dari dasar, yakni membenahi fasilitas posyandu lalu kembangkan kualitas SDM yang menjalankan Posyandu, mulai dari ketersediaan tenaga medis dan kegotongroyongan masyarakat dalam melaksanakan posyandu.


Tidak lupa, puskesmas juga menjadi benteng utama dalam pelayanan kesehatan masyarakat, untuk itu sama-sama harus diperkuat.


“Asalkan progam dan perencanaan jelas, maka tidak ada alasan untuk tidak menyiapkan anggaran yang cukup,” sindir Bang Dhin.


Apalagi persoalan ini sudah disentil oleh presiden, kita sudah malu karena rangking kalsel yang buruk, dan mestinya kita semakin malu kalau tidak berbuat apa-apa. (lyn/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya