Api Hebohkan RSUD Hasan Basry Kandangan

KANDANGAN, KP – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brigjend H Hasan Basry Kandangan, dihebohkan api di kompleks Ruangan VIP, tepatnya di Ruangan Unit Bimbingan Rohani, Dewan Pengawas Syariah, Jumat (4/9/2020) siang.

Api menghanguskan sofa di dalam ruangan itu, serta satu kipas angin yang menggantung. Bagian plafon juga sedikit hangus, dan jebol akibat terkena semprotan air.

Musibah kebakaran itu pertama diketahui sekitar pukul 11.00 WITA, saat ada pasien poli jiwa yang melihat asap di dalam ruangan itu. Ruangannya, berada di tengah-tengah kompleks VIP, sehingga dapat terlihat pasien.

Petugas di rumah sakit itupun segera melakukan pemadaman awal, dengan menyemprotkan 15 buah alat pemadaman api ringan (APAR) yang tersedia.

Selanjutnya, petugas pemadam kebakaran berdatangan setelah mendapatkan informasi dari radio amatir. Api berhasil dipadamkan secara total sekitar pukul 11.35 Wita.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten HSS, Iwan Friady menjelaskan, dugaan sementara sumber api berasal dari korsletting listrik. “Penyebab pasti, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” timpalnya.

Berita Lainnya
1 dari 868
Loading...

Diduga, api berasal dari korsletting listrik pada stop kontak di belakang sofa. Stop kontak itu dicolok kipas angin yang menyala saat ditinggalkan, api kemudian menjalar ke sofa tersebut.

“Alhamdulillah, petugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan sebelum menjalar ke ruang lainnya,” tutur Iwan.

Saat kejadian, ruangan di Dewan Pengawas Syariah RSUD tersebut sedang kosong.

Direktur RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan, Rasyidah menjelaskan, petugas Bimbingan Rohani (Bimroh) sedang melaksanakan live di ruangan depan.

Tiap Jumat, ungkap Rasyidah, di RSUD berbasis Syariah itu melaksanakan tausiah secara live streaming. Sedangkan layanan poli jiwa masih berjalan, sehingga ada pasien yang sempat melihat pertama kali kejadian itu.

Ia mengungkapkan, tidak ada barang berharga yang terbakar dari musibah tersebut. Saat kejadian, pihaknya segera mengeluarkan buku-buku administrasi, alat peraga dan lainnya. “Alhamdulillah petugas kami sudah mulai paham dan menerapkan, apa yang harus dilakukan saat terjadi kebakaran,” ucap Rasyidah.

Sedangkan petugas yang memakai ruangan itu, masih bisa memakai ruangan lain. Sebab terangnya, petugas di sana bisa bekerja secara fleksibel di ruangan lain. Kerugian akibat musibah itu masih ditaksir pihak berwenang, menurutnya sekitar belasan juta rupiah. (tor/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya