Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Pembangunan Jembatan Bromo Bermasalah, PUPR Siap Penuhi Panggilan Dewan

×

Pembangunan Jembatan Bromo Bermasalah, PUPR Siap Penuhi Panggilan Dewan

Sebarkan artikel ini
Hal 10 4 Klm Bromo
PROSES PEMBANGNAN Jembatan di Pulau Bromo terus digenjot oleh Pemko melalui Dinas PUPR Kota Banjarmasin. Selain menjadi harapan warga setempat, keberadaan jembatan juga digadang-gadang mampu menumbuhkan potensi wisata yang ada di pulau tersebut. (KP/Wawan)

Plt Dinas PUPR Banjarmasin, Windiasti Kartika menyatakan siap memenuhi pemanggilan DPR Banjarmasin guna menjelaskan kronologis pelaksanaan pembangunan

BANJARMASIN, KP – Proyek pembangunan jembatan di Antasan Bromo jadi sorotan. Menyusul adanya inspeksi mendadak yang dilakukan anggota komisi III DPRD Banjarmasin.

Kalimantan Post

Anggota dewan menemukan sejumlah kejanggalan dalam pengerjaan mega proyek senilai Rp40,4 miliar itu. Akses jalan menuju jembatan ternyata belum sepenuhnya bebas dari lahan milik warga.

“Kami bingung mau menuju jembatan saja masih ada masalah pembebasan lahan. Ada beberapa kuburan yang belum dibebaskan,” ucap Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin, Isnaini.

Dengan adanya kejadian ini, dewan pun berencana memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) selaku instansi yang menangani proyek tersebut untuk melakukan dengar jejak pendapat.

Menanggapi soal rencana pemanggilan terhadap, Plt Dinas PUPR Banjarmasin, Windiasti Kartika menyatakan siap memenuhi pemanggilan tersebut. Dan bersedia menjelaskan duduk persoalannya.

“Dinas PUPR siap untuk memenuhi undangan acara Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD terkait kegiatan Pembangunan Jembatan Antasan Bromo,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (03/09/2020).

Kendati demikian, saat ditanya soal sebenernya apa yang terjadi sehingga lahan tersebut masih belum dibebaskan, Windi yang baru saja menjabat sebagai Plt Dinas PUPR Banjarmasin itu masih belum bisa menjelaskan.

“Mungkin nanti saja usai dengar jejak pendapat. kami masih mempelajari bahan dan datanya,” tukasnya. (sah/K-3)

Baca Juga :  Menteri P2MI Resmikan Migran Center ULM
Iklan
Iklan