Hasil Sidak Plt Bupati Balangan
Puskesmas Paringin Diminta Tidak Memberikan Layanan

Paringin, KP – Plt Bupati Balangan, H Syaifullah meminta Dinas Kesehatan dan Puskesmas Paringin untuk tidak melakukan layanan operasional untuk sementara waktu. Pasalnya, diketahui satu orang pegawai Puskesmas Paringin dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Erwan Mega Karya Latif menyampaikan, sesuai perintah Plt Bupati Balangan, H Syaifullah untuk meminta sementara waktu Puskesmas Paringin untuk tidak melakukan layanan operasional.

“Pa Syaifullah saat melakukan sidak ke Puskesmas Paringin, dari hasil laporan diketahuinya ada salah satu pegawai disana yang terpapar positif Covid-19. Sehingga beliau meminta untuk sementara waktu tidak melakukan pelayanan operasional, sebagai upaya pencegahan Covid-19,” jelas Erwan, Rabu (14/10).  

Berdasarkan perintah tersebut, kata Erwan Mega yang juga Plh Sekdakab Balangan minta Puskesmas Paringin untuk menghentikan pelayanan sampai batas yang belum bisa ditentukan, dan untuk sementara pelayanan akan dialihkan ke Puskesmas Paringin Selatan.

Berita Lainnya
1 dari 304

“Jadi sementara waktu, bagi warga masyarakat Paringin yang ingin berobat bisa datang ke Puskesmas Paringin Selatan,” tegasnya.

Erwan menyampaikan, mengenai angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Balangan semakin meningkat, yaitu 81 dari 798 yang terpapar menjadi 717 orang, sedangkan untuk ketersedian fasilitas di rumah sakit tempat isolasi ada 15 kamar, 8 kamar diantaranya masih bisa dimaksimalkan menjadi dua kali lipat melihat ruangannya yang cukup besar.

“Ini tidak luput dari sosialisasi pencegahan semua sektor yang turut bergerak, baik dari TNI-Polri, Pemda, Tim Gugus Tugas Kabupaten Balangan serta dari tim medis sendiri bergerak untuk mensosialisasikan tentang pencegahan penanganan Covid-19 tersebut,” ucapnya.

Ia juga menambahkan terkait pasien DBD masih rentan melihat kondisi sekarang ini, pihaknya tetap melakukan sesuai SOP, melakukan penyemprotan fogging untuk wilayah tempat tinggal pasien.

Erwan berharap, “Masyarakat dapat berperan penting untuk mencegah konflik dimasa seperti ini, karena jika hanya dari tenaga kesehatan saja tidak mungkin, yang utama itu dari masyarakatnya sendiri kesadaran untuk membatasi diri atau melaksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) itu supaya penyebarannya tidak semakin meluas,” imbuhnya. (jun/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya