Operasi Zebra Intan Berlangsung 14 Hari Ke depan

Selama kurang lebih 14 hari, dan masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermotor harus melengkapi surat menyurat kendaraan bermotor

BANJARMASIN, KP – Dipimpin langsung Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan SIK MM, jajaran Polresta Banjarmasin menggelar Apel kewilayahan Operasi Zebra Intan 2020, Senin (26/10/2020) pagi.

Apel itu salah satunya untuk melakukan pengecekan pasukan di Halaman Polresta Banjarmasin.

Menandai digelarnya Operasi Zebra Intan 2020 di wilayah Hukum Banjarmasin, orang nomor satu di lingkungan Mapolresta Banjarmasiin menyematkan pita berwarna Biru putih di bahu sebelah kiri kepada petugas.

Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Rachmat Hendrawan mengatakan, Operasi Zebra Intan 2020 ini dilaksanakan selama 14 hari terhitung dari 26 Oktober hingga 8 November 2020.

“Selama kurang lebih 14 hari, dan masyarakat khususnya pengendara kendaraan bermotor harus melengkapi surat menyurat kendaraan bermotor, ” jelas Rachmat.

Menurut Kapolresta, pelaksanaan operasi ini, pihak petugas juga melakukan razia baik yang bersifat stasioner maupun yang sifatnya hunting atau mobile.

“Selain penindakan terhadap pelanggaran berupa surat menyurat, pihaknya juga akan mengingatkan pengendara agar selalu menggunakan masker saat berkendara,” ujarnya.

Berita Lainnya
1 dari 991

Sehingga ujarnya yang menjadi target pada operasi ini bukan hanya menurunnya angka kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. Menurutnya operasi ini juga menargetkan turunnya angka penyebaran Covid-19 di Banjarmasin.

Untuk itu, ia pun meminta seluruh personel untuk melakukan peneguran kepada pengguna kendaraan bermotor yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak mengenakan masker.

“Silahkan lakukan penindakan, namun jangan ada pengejaran-pengejaran yang sifatnya bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Jaga kesehatan dan tetap perhatikan protokol kesehatan saat bertugas,” imbuh Kapolresta.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Gustaf Adolf Mamuaya mengatakan, dalam pelaksanaan Operasi Zebra Intan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Pola tahun ini adalah 40 persen preentif, 40 persen prefentif serta 20 persen refresif,” jelas dia, usai gelar Pasukan Operasi Zebra Intan 2020.

Dikatakannya, operasi terfokus pada pelanggaran yang fatal dan membahayakan orang lain, seperti melawan arus, mengendarai motor dalam keadaan mabuk akan kena saksi tilang.

“Sedangkan pelanggaran yang bersifat tidak terlalu membahayakan orang lain, akan dikenakan teguran,” timpalnya.

Gustav mengingatkan, selain selalu melengkapi surat berkendara berupa SIM dan STNK, para pengendara harus perhatikan prokol kesehatan dengan menggunakan masker. (yul/K-4)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya