Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Martapura

Petani Banjar Pertahankan Tradisi ”Bahandipan”

×

Petani Banjar Pertahankan Tradisi ”Bahandipan”

Sebarkan artikel ini
Hal 16 4 KLm Martapura Petani
BAHANDIPAN - Petani Banjar masih mempertahankan tradisi Bahandipan pada musim panen. (KP/Istimewa)

Martapura, KP – Mempertahankan budaya memanen padi bersama, petani di Desa Keramat Baru melakukan tradisi ”Bahandipan” atau secara bergantian saling membantu untuk memanen padi.

Tradisi ini dianggap mampu menyelesaikan panen padi dengan cepat. Seperti yang nampak dilakukan para petani Desa Keramat Baru, Kecamatan Martapura Timur.

Kalimantan Post

Saat musim panen padi tiba, petani perempuan dan laki-laki sejak pagi hari sudah banyak yang menuju sawah. Biasanya, bahandipan ini berlangsung selama satu hari penuh. Bukan hanya memetik padi, mereka juga memproses padi hingga merapai (bairik/memisahkan bulir padi dari batangnya) dan biasanya dilakukan para pria.

Peralatan memanen padi hingga merapai masih menggunakan alat tradisional bernama Ranggaman. Sementara untuk merapai, petani masih melakukan secara manual, yakni dengan cara digiling dengan kaki.

”Selesai di sawah yang satu, kami pindah ke sawah lainnya, semuanya dilakukan secara gotong royong alias tanpa upah,” kata salah satu petani, Wafa.

Dia menambahkan, tradisi bahandipan ini sudah dilakukan sejak dulu dan hingga kini masih dipertahankan masyarakat. Selain proses panen jadi cepat, juga mempererat tali silaturrahmi dan gotong royong.

”Untuk wilayah Martapura Timur telah memasuki masa panen padi. Namun lantaran tahun ini sering hujan, petani sering pula memanen padinya saat hujan,” katanya.

Bila hujannya deras, lanjutnya, akan membuat pohon padinya jadi roboh dan sedikit sulit dipanen. Hama tikus juga lebih mudah memakannya. Jadi harus cepat dipetik padinya. (Wan/K-3)

Baca Juga :  LPTQ Banjar Minta Dukungan Pertahankan Juara Umum MTQ
Iklan
Iklan