Saat Pandemi, Permintaan Wastafel Cuci Tangan Cukup Tinggi

Banjarmasin, KP – Pandemi Covid-19 sangat berdampak terhadap sektor perekonomian. Imbasnya, banyak pelaku usaha yang terpuruk dan akhirnya gulung tikar karenanya.

Namun, di sisi lain, tak sedikit pula peluang usaha yang muncul dan justru menuai untung dengan merebaknya wabah Corona. Semua tergantung kejelian melihat peluang dan keberanian untuk memulainya.

Saat ini, banyak kantor, sekolah hingga berbagai fasilitas umum, yang menyediakan sarana untuk mencuci tangan, sebagai salah satu cara mencegah penyebaran virus Corona. Peluang itulah, yang menjadi ladang bisnis bagi seorang Samsul Bahri.

“Alhamdulillah, dibalik musibah ada berkah. Pesanan rak meja aluminium dan wastafel selalu ada tiap harinya,” ujarnya, saat disambangi di rumahnya, di jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti, Komplek Griya Permata, Komplek Bakti Lestari jalur IV No 25 RT 44, Kabupaten Batola.

Pria yang akrab disapa Asul ini, membuat rak berbahan aluminium yang dikombinasikan dengan wastafel berbahan sama, untuk mencuci tangan. Terdapat 2 model rak aluminium yang ia buat. Ada rak wastafel yang langsung dipasang keran air. Ada juga meja wastafel yang menggunakan tong air plastik. Keduanya, ia kerjakan sesuai permintaan si pemesan.

“Saat ini, saya sedang mengerjakan pesanan untuk memenuhi permintaan rak wastafel aluminium. Hampir seluruhnya didrop ke Kabupaten Batola, untuk pengadaan sarana cuci tangan sejumlah Sekolah Dasar di sana,” terang Asul kepada Kalimantan Post, Kamis (15/10/2020).

Berita Lainnya
1 dari 485

Menurutnya, membuat rak wastafel aluminium ini baru 1 bulan terakhir ini ia geluti. Profesi Asul adalah seorang fotografer perkawinan. Wabah Corona, mengharuskannya banting setir sementara ke bidang usaha lain.

“Selama pandemi ini, orderan jasa foto perkawinan hampir tak ada, masyarakat masih enggan untuk mengumpulkan orang banyak di tengah wabah. Otomatis, jasa dokumentasi foto pun jadi nggak ada. Syukurlah, saat sepi orderan foto, Allah memberi rezeki dari pintu yang lain,” ungkap Asul.

Dalam sehari, Asul yang dibantu seorang temannya, Oddie, mampu menyelesaikan sekitar 10 buah rak wastafel. Untuk harganya bervariasi, tergantung model.

“Rak wastafel yang langsung menggunakan keran harganya Rp 400.000. Sedangkan, rak wastafel dengan tong air isi 48 liter kita jual Rp 475.000. Keduanya sudah termasuk selang pembuangannya,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Asul, ia juga membuat rak sepatu dan rak buku dari bahan aluminium. Rak sepatu 4 tingkat dibandrolnya Rp 325.000, rak sepatu 5 tingkat ia jual seharga Rp 400.000. Jika menggunakan kaca sekelilingnya, harganya akan lebih tinggi.

“Untuk rak buku dengan lapis kaca kami jual Rp 900.000. Tapi, harganya akan menyesuaikan dengan ukuran lah. Tentu, harga akan lebih murah jika ukurannya lebih kecil,” pungkas Asul. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya