Tim Kementerian Kesehatan RI Kunjungi HST

Barabai, KP – Bupati HST H A Chairansyah terima kunjungan Kerja dari Tim Kementerian Kesehatan dalam upaya percepatan penanggulangan pandemi covid-19 dan penguatan kesehatan esensial lainnya, turut hadir dalam rombongan Tim dari Poltekes Banjarmasin dan Tim dari Dinkes Prov Kalsel,  bertempat di Ruang Kerja Bupati HST, Rabu 30/9/2020.

Selaku Ketua Rombongan dari Tim Kementerian kesehatan dr. Chita septiawati, MKM Kasie deteksi penyakit infeksi emerging, Ditjen P2P Kementerian kesehatan RI menyampaikan maksud kunjungan Kerja ke Kab. HST yaitu memantau perkembangan dan penangan kasus Covid-19 di mana ada 8 Provinsi di Indonesia  yang menjadi perhatian karena tingginya kasus Covid-19 termasuk provinsi kalsel, mengingat akan dilaksanakan Pilkada serentak perlu diwaspadai agar tidak menjadi klaster baru dari pelaksanaan Pilkada serentak.

Selanjut dr. Chita septiawati, MKM menyampaikan dalam menghadapi Pilkada serentak yang akan diselenggarakan di bulan Desember 2020 nanti apakah sudah ada skenario yang disusun bila terjadi lonjakan kasus, atau mungkin cara mengatasi dan pencegahan agar tidak terjadi penambahan kasus atau agar tidak terjadi klaster baru akibat pelaksanaan pilkada.

Seterusnya dr. Chita septiawati, MKM menyampaikan agar tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 maka pengamatan terhadap masyarakat agar lebih dini terhadap gejala yang timbul di masyarakat, karena mungkin di Kab. HST sudah ada Perbup Yang mengatur tentang sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan maka harus ditegakkan hal ini dapat menekan lonjakan kasus yang ada.

Berita Lainnya
1 dari 311

Selanjutnya Bupati HST H A Chairansyah menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan kerjanya dan selamat datang di bumi Murakata, awalnya memang Kab. HST berada diangka terendah se-Kalsel namun di satu bulan terakhir terjadi lonjakan kasus yang signifikan baik itu penemuan kasus baru dan pasien yang meninggal, kalo ini terus mengembang dan sekarang Provinsi Kalsel adalah 1 dari 8 Provinsi yang menjadi perhatian kami mengharapkan dari Pemerintah Pronvinsi kita adakan pertemuan untuk membicarakan dan membahas hal ini agar kasus ini tidak meningkat.

Kami juga mengharapkan mudah-mudahan tidak ada klaster dari pesantren, karena sekitar satu bulan ini sudah Santri mulai masuk untuk pembelajaran, dalam rangka pencegahan adanya klaster baru maka seluruh santri yang akan masuk kembali ke Pesantren di wajibkan melakukan rapid tes dan membawa hasil rapid non reaktif ke Pesantren.

Selanjutnya persoalan yang bisa terjadi pengumupulan orang yaitu dari perayaan muludan di HST, maka Kami dari Pemerintah Daerah sudah mengeluarkan seruan agar pelaksanaan perayaan Muludan agar dilaksanakan dengan sederhana serta dilingkungan sediri dan tidak mengundang dari lingkungan lain dan tetap patuhi Protokol kesehatan. 

Kegiatan Kunjungan dari Kementerian Kesehatan dilanjutkan dengan diadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Kesehatan dan para Kabid, Organisasi Profesi Kesehatan, TP PKK dan Tokoh Masyarakat di Dinas Kesehatan, dilanjutkan Kunjungan kerja ke RSUD H Damanhuri Barabai. 

Turut hadir dalam kegiatan Pj. Sekda HST, Asisten I, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPBD, Direktur RSUD H Damanhuri Barabai, Kabid P2P dan Kabid Yanmed RSUD H Damanhuri Barabai. (adv/ary/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya