Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalteng

Kemarau Mengancam, BPBD Lamandau Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke 410 KK

×

Kemarau Mengancam, BPBD Lamandau Salurkan 8.000 Liter Air Bersih ke 410 KK

Sebarkan artikel ini
IMG 20260826 WA0014 1 e1787734332692
AIR BERSIH - BPBD Lamandau menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. (Kalimantanpost.com/ek).

LAMANDAU, Kalimantanpost.com – Dampak kekeringan mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Lamandau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau kembali menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Kali ini, distribusi air bersih menyasar warga Desa Sumber Jaya (H5), Kecamatan Mentobi Raya, pada Selasa (25/8/2026).

Kalimantan Post

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Hendikel, mengatakan pendistribusian dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kemarau.
Sebanyak 8.000 liter air bersih disalurkan menggunakan dua unit truk tangki. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi sekitar 410 kepala keluarga (KK) di Desa Sumber Jaya.

“Pendistribusian air bersih ini merupakan upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Hendikel.

Kegiatan pendistribusian berlangsung mulai pukul 13.15 WIB hingga 17.50 WIB. Dalam pelaksanaannya, BPBD Lamandau mendapat dukungan dari jajaran Kodim.

Dua armada tangki dikerahkan, masing-masing satu unit truk tangki BPBD Lamandau dan satu unit truk tangki Kodim.

BPBD Lamandau memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan, terutama di wilayah yang mulai mengalami dampak kekeringan.

Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

“Segera melaporkan apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” pungkasnya (ek/KPO-4)

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Dampingi Menhut Tinjau Kebakaran Lahan Petuk Katimpun
Iklan
Iklan