Warga Resah Keluarga Pasien Suspect Belum Diperiksa

Banjarmasin, KP – Baru-baru ini terjadi keresahan di lingkungan warga Jalan Cendrawasih, Rt 29 RW 02 Kelurahan Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat lantaran adanya aktivitas sejumlah warga yang diketahui memiliki kontak erat dengan Pasien positif Covid-19.

Menanggapi hal itu, Lurah Belitung Selatan, Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Siti Nuryanti mengaku sudah menindaklanjuti keresahan warga tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak Puskesmas.

Ia mengungkapkan, dari hasil koordinasi itu, warga yang memiliki kontak erat dengan pasien suspect tidak akan dilakukan test Swab.

“Keputusan itu diambil karena warga tersebut adalah keluarga pasien suspect Covid-19 yang tidak memiliki gejala,” ungkapnya pada awakedia melalui pesan singkat.

Oleh karena itu, kasus Covid-19 di Kelurahan Belitung Selatan, tidak akan dilakukan proses tracking oleh GTPP Covid-19 Kota Banjarmasin.

“Sekarang ini menurut informasi dari Kepala Puskesmas Pelambuan, selama keluarga yang bersangkutan tidak ada gejala Covid-19 tidak perlu di swab. Seingat Saya karena tidak ada rapid test maka tidak dilakukan tracking,” paparnya.

Berita Lainnya
1 dari 1.816

Kendati demikian, pihaknya sendiri mengaku sudah meminta Ketua RT setempat untuk menginformasikan kepada warga sekitar agar tidak menstigma keluarga pasien suspect tersebut dengan cap yang bisa merugikan warga yang bersangkutan.

Selain itu pihak kelurahan juga mengaku sudah mengupayakan persediaan sembako bagi keluarga pasien suspect, agar bisa menjalani isolasi diri di rumah.

“Saya sudah menyampaikan ke Ketua Rt 29 untuk menginformasikan ke warganya, untuk tidak menstigma warga tersebut. Kemudian untuk keluarga yang bersangkutan sudah dimohonkan bantuan sembako ke BPBD, insyaallah Hari Senin sudah ada bantuannya,” bebernya.

Sebelumnya, Ketua Rt 29, Kelurahan Belitung Selatan Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Sahruji mengaku khawatir akan adanya aktivitas sejumlah warga di wilayahnya yang diketahui memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Warga tersebut tidak lain adalah keluarga asien positif Covid-19, berjumlah sebanyak empat Kepala Keluarga dengan total sembilan jiwa.

Kekhawatiran itu dirasakan Sahruji karena sejumlah Warga tersebut hingga saat ini belum diketahui status kesehatannya, sementara warga yang bersangkutan masih beraktivitas seperti biasa di lingkungan masyarakat. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya