Wisuda Luring STIH Sultan Adam Diapresiasi

Berita Lainnya
1 dari 1.792

Banjarmasin, KP – Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Ilmu Hukum Indonesia (YPTIHI) Sultan Adam, Ir Fachrur Rozy mengapresiasi terobosan wisuda dua gelombang Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Sultan Adam dengan strategi wisuda luring (luar jaringan atau offline) di masa pandemi Covid-19 ini.
Misalnya memakai masker dan duduk berjarak. Bahkan pada saat prosesi, wajib memakai masker dan faceshield atau pelindung wajah dan mata serta tidak bersalaman.
Begitu juga untuk menghindari kerumunan, panitia juga membagi dalam dua hari yakni Sabtu (17/10/2020) dan Minggu (18/10/2020) pagi. Bahkan acara sambutan dari para pimpinan lembaga terkait ditiadakan pada hari ke-dua.
Demikian juga untuk menekan dan mencegah penumpukan , tidak ada orang tua atau keluarga wisudawan yang mendampingi juga setelah dipanggil menerima ijasah peserta wisuda dibolehkan meninggalkan tempat acara tersebut.
Begitu juga sebelum memasuki areal wisuda, tamu yang datang di cek suhu badan, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer di tempat yang disediakan.
Mantan Dosen Pertanian ini juga mengaku bangga dengan banyak enovasi baru di kampus dan berpesan kepada wisudawan/wisudawati agar menguasai softskill disamping kemampuan teknis (hardskill) yang didapat di bangku kuliah.
“Softskill berkaitan erat dengan kemampuan dalam kepribadian. Misalnya kemampuan komunikasi atau public speaking , perasaan empati dan memahami orang lain. Itu penting bagi lulusan untuk mengembangkan karirnya,” jelasnya.
Jika memiliki softskill, maka orang akan memiliki nilai lebih yang dapat menunjang karir dan kehidupan sosialnya. Strategi tersebut adalah menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat dan secara bergelombang.
Ketua STIH Sultan Adam, DR H Abdul Halim Shahab mengungkapkan, sebelum menghelat wisuda dan Dies Natalis ke XXXVII, sudah ada rapat dengan Satgas Covid-19 Kota Banjarmasin, yayasan dan senat.
“Kita memutuskan wisuda ini dua gelombong ini digelar namun tidak dalam ruangan tertutup. Ini sebagai salah satu upaya kita mencegah dan meminimalisir resiko penularan,” ujarnya kepada wartawan usai acara, Minggu (18/10/2020).
Mantan pangacara kondang ini Halim Shahab ini mengatakan, lulusan yang mengikuti wisuda pada hari pertama berjumlah 94 orang dari program S1 dan 32 peserta dari program magister. Sedangkan pada Minggu (18/10/2020),155 dari jenjang S1 dan S2 17 orang.
“Saya berharap, ilmu yang didapat bisa diterapkan, sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara,” cetusnya.
Salah satu wisudawati, Cyndi Zairu Ilvira Putri berpendapat, tidak ada masalah jika tempat wisuda diganti dari indoor menjadi outdoor.
Bahkan peserta dari jauh tetap hadir misalnya dari Kalteng, Batulicin, bahkan dari Kapuas, ada juga datang bersama keluarga, meski keluarganya rela menunggu di luar lokasi.
Ketua Ikatan Alumni STIH Sultan Adam, Bujino A Salan K , SH MH mengatakan, dari sejak berdiri tahun 1983, STIH Sultan Adam telah meluluskan sekitar 4 ribu orang lebih lulusan dari STIHA.
Alumni STIH Sultan Adam tersebar di berbagai wilayah. Mereka ada yang berprofesi sebagai penegak hukum, advokat, notaris, anggota legislatif dan sebagainya. Advokat yang bertekad, akan meningkatkan kontribusi dan peran alumni dalam pengembangan STIH Sultan Adam agar semakin berperan dalam pembangunan.
Pada wisuda tersebut juga dikukuhkan lulusan terbaik (S2) program Magister diraih Sukriani MH, Budi Prayinto MH, dan Abd Halum MH masing-masing dengan dengan IP 4.00. Dan lulusan terbaik program S1 diraih Wenddy Febrian Noor Pahlifi, dengan IP 3,87 terbaik satu, kemudian dua dan tiga masing-masing Nikolaus dengan IP 3,82 dan Laily Timyati dengan IP 3,79.(vin/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya