Balangan Menuju Wilayah ODF, 2024 Ditargetkan 0 Persen BABS

Paringin, KP  – Pemerintah daerah kabupaten Balangan menargetkan tahun 2024 mendatang Balangan menjadi wilayah 0 persen Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Kepala Dinas PUPR Balangan, Ir Tuhalus menyampaikan, memang Pemkab Balangan menergetkan pada tahun 2024 mendatang, Balangan akan bisa menjadi wilayah bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau 0 persen BABS.

Diakuinya, pada saat dialog interaktif yang digelar oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Kabupaten Balangan, Kamis (12/11) kemarin telah dibahas tentang bagaimana Balangan menuju Open Defecation Free (ODF).

“Kata lain dari Bebas Buang Air Besar Sembarangan. Dan PUPR berperan untuk pembangunan sarana pendukungnya,” ujarnya, Jumat (13/11).

“Kami juga berharap beberapa instansi terlibat dalam pembahasan tersebut bisa mendukung pula tentang rencana menjadikan Balangan Santun (Sanitasi Tuntas),” ujarnya lagi.

Mantan Kepala Dinas Pertanian ini juga mengungkapkan, perlu adanya dukungan dari Dinkes Balangan, PMD, Bapeda dan Pamsimas untuk kelanjutan sarana yang dibuat. Tentunya masing-masing instansi memiliki tugas dan fungsinya.

Saat ini jelas Tuhalus, Sanitasi Tuntas ditargetkan 0 persen pada 2024. Target tersebut juga dipelajari dari hasil yang telah ada.

Seperti diketahui, sejak 2016 lalu, terdata, 17,3 persen masyarakat Balangan masih BABS. Kemudian, seiring berjalannya waktu dan melalui program pemerintah dengan adanya toilet atau wc di desa, penurunan secara signifikan pada BABS pun terjadi.

“Sejak 2019 hingga 2020, ada penurunan drastis untuk warga yang BABS. Bahkan saat ini hanya tertinggal 3,2 persen yang belum tertangani dan ditargetkan selesai pada 2024 mendatang,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 468

Memang penanganan BABS yang dilakukan oleh Pemkab Balangan melalui Dinas PUPR Balangan, ialah pembuatan WC umum, septic tank komunal dan septic tank individual.

Sudah ada puluhan desa pada delapan kecamatan yang ditangani. Sehingga budaya masyarakat buang air di sungai atau di parit atau di hutan pun berkurang.

Mereka mulai BABS pada wc umum yang disediakan. Begitu pula pada wc milik pribadi yang dibangun di masing-masing rumah.

Tak hanya dari PUPR Kabupaten Balangan, program serupa ujar Tuhalus juga ada di desa melalui dana desa. Sementara untuk pihaknya mendapatkan anggaran dari Dana Alokasi Khusus dan APBD Kabupaten Balangan.

Lima tahun berjalan, Tuhalus menjumlahkan anggaran yang sudah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan dan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk pembuatan tempat sanitasi.

Ungkapnya, untuk DAK telah menghabiskan anggaran sebanyak Rp 13,6 miliar. Kemudian didukung pula APBD Kabupaten Balangan. Serta untuk pembangunan septic tank komunal dan septic tank individual sekitar Rp16,2 miliar.

Penanganan sanitasi di Balangan dianggap sangat penting untuk kesehatan masyarakat. Begitu pula mendukung SDM yang berkualitas. Terlebih kepentingan dalam bidang kesehatan merupakan kebutuhan dasar.

Penanganan BABS di Balangan terhitung cukup cepat karena ditangani secara bersama-sama. Beberapa instansi terlibat dan bertanggung jawab pada tugas tersebut.

Sudah ada 68 desa dibuatkan septic tank komunal dan individual dengan jumlahnya yang mencapai 419 unit. Serta 80 desa telah dibuatkan wc umum yang dikelola oleh pemerintah desa setempat.

“Jadi kita berharap melalui sarana yang dibuat tersebut dapat membantu masyarakat untuk perbaikan sanitasi dan masyarakat dapat mengelola secara baik dan berkelanjutan,” pungkasnya. (jun/rel/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya