Jelang Akhir Kampanye, Aditya-Wartono Masifkan Agenda

Banjarbaru, KP – Pada 5 Desember mendatang batas akhir kampanye bagi pasangan calon (paslon) kepala daerah. Paslon Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru, HM. Aditya Mufti Ariffin dan Wartono, sudah menyusuan beberapa agenda penting sebelum masa akhir kampanye.
Aditya menuturkan sisa waktu masa kampanye ini, membuat tim relawan pemenangannya semakin giat berkerja secara masif. “Insyaallah dengan jerih lelah dan niat tulus kami untuk membangun Banjarbaru, kami akan meraih hasil terbaik nantinya,” tegasnya, Rabu (4/11).
Pasangan yang mengusung jargon Banjarbatu Juara, ini akan melakukan survey dengan menggaet lembaga yang kredibel dan telah diakui. Hal ini dilakukan demi mengukur elektabilitas dalam memenangkan tahta tertinggi di kota berjuluk Idaman.
“Survey itu juga menjadi dasar kita untuk mengetahui apakah strategi kampanye yang kita lakukan selama ini, efektif atau tidak. Tentu kita berkerjasama dengan lembaga idependent yang bisa mempertanggungjawabkan hasil survei itu,” bebernya.(mns/KPO-1)
[4/11 18:31] Mba Narti KP: Cawali Hj Ananda Terima Banyak Masukan Dari Prof Lambut Tentang Masalah Sungai di Banjarmasin

BANJARMASIN, KP – Calon Walikota Banjarmasin Nomor Urut 4 Hj Ananda mengunjungi dan bersilaturahmi dengan Akademisi dan Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin Prof. Malkianus Paul Lambut, Ems.

Kedatangan mantan Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin kekediaman Prof. Malkianus Paul Lambut, Ems di Jalan Cendrawasih Kecamatan Banjarmasin Barat itu, untuk meminta masukan dan pesan moril dalam membenahi Kota Banjarmasin jika nantinya terpilih dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020.

“Beliau (Prof. Lambut) memberikan banyak masukan kepada saya. Semuanya saya catat satu persatu. Yang paling berkesan pesan beliau adalah benahi dengan serius sungai di Kota Banjarmasin agar seperti dulu lagi,” ucap Ananda.

Pembenahan sungai memang merupakan salah satu komitmen Hj Ananda bersama Calon Wakil Walikota Banjarmasin Ustad H Mushaffa Zakir Lc, jika dipercaya oleh masyarakat memimpin Kota Banjarmasin selama 3,5 tahun mendatang melalui program berbenah sungai.

“Untuk membenahi sungai ini tidak cukup hanya berupa slogan sungai terindah di Indonesia saja. Tapi juga harus betul-betul konkrit agar sungai di Kota Banjarmasin tidak dicemari oleh sampah dan limbah lagi, serta kualitas airnya bisa semakin baik,” tambahnya.

Baginya Runner Up 1 Puteri Indonesia Tahun 2006 tersebut, potensi sungai di Kota Banjarmasin merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita jaga agar bisa tetap dinikmati anak cucu nantinya.

Berita Lainnya
1 dari 637

“Kedepan jika saya dipercaya memimpin kota ini, sungai akan mendapat prioritas besar untuk kami benahi bersama. Kami juga akan terus meminta masukan dan saran kepada tokoh masyarakat agar sungai di Kota Banjarmasin bisa seperti dulu lagi,” jelasnya.

Terpisah, Prof. Malkianus Paul Lambut, Ems menjelaskan, kondisi sungai di Kota Banjarmasin saat ini sangat memperihatinkan.

Kerusakan ekosistem sungai, sampah dimana – mana sudah terjadi dan sepertinya bukan dianggap persoalan yang serius oleh warga dan Pemerintah setempat.

“Di Belanda ada sampah satu saja di sungai ributnya luar biasa. Media semua ribut. Pemerintah disana sangat konsen menjaga sungai sebagai sebuah masa depan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Baginya sangatlah penting menjaga kelestarian sungai, karena di sungai ada kehidupan dan bisa menghidupi kita umat manusia.

“Pamali yang paling besar dan sering dilanggar warga Banjar adalah membuang sampah di sungai. Sampai sekarang ini masih terjadi. Sungai ini perlu perhatian banyak pihak, dari hulu sampai hilir. Semua bisa diperbaiki jika kita bekerja sama, serius dan jangan hanya sandiwara saja,” tuturnya.

Karena itulah dalam kesempatan ini dirinya berharap, siapa pun nantinya pemimpin Kota Banjarmasin yang terpilih harus punya niat dan kemauan besar menyelamatkan sungai yang saat ini kondisinya sangat memperihatinkan.

“Saya sudah sering teriak, jika tidak segera diperbaiki, 15 tahun kedepan kondisi sungai semakin hancur dan akan lahir generasi cacat karena rusaknya alam,” pungkasnya.(KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya