Kalteng Dijatah 1,6 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengalokasikan 1,6 jt dosis vaksin covid-19 untuk Provinsi Kalimantan Tengah. Alokasi jatah vaksin sebanyak itu cukup itu cukup untuk masyarakat di daerah itu, dan saat ini pihak pemerintah provinsi sedang dalam tahap mempersiapkan diri.

PALANGKA RAYA, KP — Provinsi Kalimantan Tengah kini mulai mempersiapkan diri melaksanakan vaksin covid 19, melalui pelatihan khusus.

Pasalnya kabar mengenai ditemukannya vaksin COVID-19 telah membuka harapan baru bagi seluruh masyaraka, ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr.Suyuti Samsul kepada media akhir pekan tadi.

Pandemi COVID-19 yang masuk di Indonesia sejak bulan maret yang lalu telah menjadi penyakit yang penyebarannya masih belum berhenti hingga saat ini. Sudah banyak tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat di garda terdepan yang telah gugur saat bertugas menangani kasus penyakit ini.

Untuk mengatasi hal itu Pemerintah Pusat dipimpin Presiden im Jokowi dalam pidatonya telah membahas tentang vaksin COVID-19, sebagai hasil dari inovasi dari tenaga kesehatan. Vaksin inilah yang diharapkan mampu mempercepat penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Tidak hanya Kalteng jadi sasaran vaksin, tapi beberapa daerah di Indonesia juga telah diminta untuk mempersiapkan diri untuk vaksinasi tersebut. Salah satunya adalah provinsi Kalimantan Tengah.

Ditanya banyaknya vaksin untuk Kalteng, dia mengungkapkan KEMENKES mengalokasikan dosis vaksin sebanyak 1,6 jt dosis. dr. Suyuti optimis dengan jumlah vaksin COVID-19 sebanyak itu cukup untuk masyarakat provinsi Kalimantan Tengah. Pihak pemerintah provinsi sedang dalam tahap mempersiapkan diri.

Berita Lainnya
1 dari 346

Gelaran vaksinasi nantinya memerlukan sumber daya manusia yang cukup agar vaksinasi dapat dilakukan dalam waktu yang efektif bagi masyarakat. Dijelaskan, saat ini telah ada kurang lebih 10.000 tenaga medis yang nantinya akan ditugaskan untuk melakukan vaksinasi.

Jumlah tenaga tersebut terdiri dari tenaga kesehatan pemerintah, tenaga kesehatan swasta dan anggota TNI-POLRI di Provinsi Kalimantan Tengah.

Pemerintah provinsi mengadakan pelatihan-pelatihan daring melalui Zoom Meeting untuk seluruh tenaga medis yang siap ikut dalam vaksinasi. Hal itu sangat perlu dilakukan karena vaksin COVID-19 nantinya bisa saja belum pernah ditemui oleh para tenaga medis sebelumnya.

Penyuntikan model baru yang belum familiar bagi para tenaga medis. Karena itulah tenaga medis tersebut diberikan pelatihan.

Tetapi Suyuti sendiri belum dapat memastikan kapan waktu pelaksanaan vaksinasi. Pasalnya dari Pemerintah Pusat hingga saat ini belum memberi kepastian terkait waktu pelaksanaan, sebab vaksin COVID-19 sendiri saat ini masih dalam tahap uji klinis 3.

Dipaparkan saat situasi normal, dalam uji klinis 3 diperlukan waktu minimal 2 tahun untuk pengem bangan vaksin. Tetapi karena pandemi, World Health Organization (WHO) telah membuat suatu protokol kesehatan darurat yang memungkinkan 6 bulan – 1 tahun.

Uji klinis tersebut sedang dilakukan di beberapa negara untuk melihat keberhasilannya. Karena itu, dr. Suyuti sangat mengharapkan semoga waktu pelaksanaan vaksinasi vaksin COVID-19 ini tidak lama. (yld/k-10)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya