Kemenkes Perkenalkan Telesehat untuk Edukasi Covid 19

Banjarbaru, KP – Tim Taskforce Covid-19 Kemenkes RI kembali melakukan kunjungan ke Provinsi Kalimantan Selatan. Pada kunjungan kali ini tim yang dipimpin oleh Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Sumber Daya Manusia Kesehatan, dr. Mariya Mubarika, melakukan audiensi dengan unsur kesehatan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se Kalimantan Selatan, Satgas Covid-19 Provinsi, BPBD, dan pihak terkait lainnya.

Pertemuan yang dilaksanakan di aula Bapelkes Prov. Kalsel pada Sabtu (07/11) tersebut menekankan tentang pentingnya penerapan layanan elektronik dalam memutus penularan di masyarakat.

Mariya meminta tenaga kesehatan memanfaatkan layanan digital dalam menanggulangi Covid-19. Kemenkes mengimbau dinas kesehatan menggunakan layanan Telesehat dalam memberikan edukasi tentang Covid-19 kepada masyarakat. Pengguanan layanan ini selain akan mempermudah, juga mempercepat proses pemberikan tindakan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan secara cepat. Dengan menggunakan layanan kesehatan elektronik tenaga kesehatan bisa melakukan triase lebih mudah dan cepat.

Di samping itu, masyarakat juga tidak perlu repot datang ke fasilitas layanan kesehatan untuk melakukan konsultasi. Hal ini sejalan dengan pesan pemerintah untuk membatasi aktifitas di luar rumah.

Berita Lainnya
1 dari 1.141

“Pemanfaatan layanan Telesehat juga akan menghindari masalah kematian dengan tingkat keparahan yang berat,” kata Mariya.

Menurutnya, Covid-19 bisa dihentikan dengan perubahan perilaku yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah daerah bisa membuat peraturan daerah untuk menegaskan pelaksanaan protokol kesehatan sebagai jalan untuk meningkatkan kepatuhan di masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, HM Muslim, mengatakan untuk memperlambat dan menghentikan laju penularan Covid-19, pihaknya sudah melakukan beberapa cara. Di antaranya melakukan sosialisasi masif penerapan protokol kesehatan melalui Tim KIE, Pencarian Kontak, melakukan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk Kampung Tangguh Banua, melakukan kegiatan operasi yustisi, dan meningkatkan fasilitas testing dengan adanya peningkatan Laboratorium RT-PCR & TCM.

“Saat ini Provinsi Kalsel sudah bisa melakukan testing COVID-19 dengan hasilnya bisa diketahui kurang dari 24 jam. Hal ini tentu akan mempercepat pelayanan pasien terkonfirmasi dan pelacakan kontak erat,” ujar Muslim.

Selain itu pihaknya juga menyediakan tempat karantina secara masif. Saat ini kapasitas karantina yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 1.080 tempat tidur dengan tingkat keterisian sebanyak 25,7% atau sebanyak 278 tempat tidur. Muslim juga mengatakan bahwa Satgas dan Dinkes rutin melakukan monitoring dan evaluasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan pihak terkait dalam rangka menyamakan pemahaman terkait penanganan COVID-19 di Kalimantan Selatan. (adpim/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya