Lebihi Angka Pernikahan Standar Nasional
Bupati Imbau Menikah Diusia Matang

Pelaihari, KP – Tingginya angka pernikahan dini di Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingat trennya mencapai 23,12 persen, lebih tinggi dari rata-rata standar nasional 11,5 persen, Bupati Tanah Laut (Tala) HM Sukamta mengimbau agar generasi muda di Bumi Tuntung Pandang melakukan pernikahan pada usia matang. Hal ini disampaikan saat membuka dan menjadi nara sumber Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja, di Gedung Sarantang Saruntung Sekretariat Daerah Tala, Senin (16/11/2020).

Bupati menyebut, jika menikah pada usia matang tujuannya selain menghindari kejadian yang tidak diinginkan, juga untuk kesiapan alat reproduksi wanita. Diakuinya, ada banyak faktor yang menyebabkan remaja menikah pada usia dini, mulai dari faktor ekonomi, pendidikan hingga dorongan orang tua.

“Padahal semua itu harus punya perencanaan yang baik dan matang agar berjalan baik,” ucap bupati.

FOTO BERSAMA. (KP/Ist)
Berita Lainnya
1 dari 269

Ia melanjutkan, pentingnya program KB tidak hanyar berfokus menekan jumlah anak namun beberapa hal yang meliputi kesehatan dan tumbuh kembang anak juga tidak kalah penting dilaksanakan.

“Urusan keluarga berencana ini tidak hanya pada jumlah anak, namun meliputi pula kesehatan anak agar tidak stunting serta mengurangi angka kematian ibu dan bayi,” ucap Sukamta.

Kepala Perwakilan Badan Kepandudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalsel, H Ramlan mengungkapkan Program Bangga Kencana atau pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana merupakan program yang bertujuan untuk mengarahkan agar keluarga mempunyai rencana berkeluarga, punya anak, pendidikan dan sebagainya sehingga akan terbentuk keluarga-keluarga berkualitas.

“Walaupun masih ditengah wabah Covid-19 kita tetap menyosialisasikan program keluarga berencana bersama mitra kerja seperti Ikatan Bidan Indonesia serta Kader Bina Keluarga Remaja kecamatan,” ucap beliau.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan sembako dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kepada Kader Bina Keluarga Remaja secara simbolis sebanyak 350 paket, penyerahan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) seperti baju hazmat, masker, sarung tangan sebanyak 35 paket yang diterima secara simbolis. (rzk/K-6)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya