Pelaihari, KP – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut berkomitmen terus mendukung pencetakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki keluhuran akhlak.
Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, saat menghadiri Wisuda Amtsilati, Bahasa Arab, dan Al-Qur’an Pondok Pesantren (Ponpes) Sirajul Huda Tahun 2026.
Acara yang berlangsung khidmat dan penuh haru tersebut dipusatkan di Gedung 83 Dua Mas Pelaihari, Senin (1/6/2026).
Agenda tahunan ini turut dihadiri Wakil Bupati H. M. Zazuli, jajaran Pejabat Forkopimda, Kapolres Tala, Dandim 1009/Tala, Kepala Kemenag Tala, serta tokoh masyarakat.
Hadir pula sebagai tamu kehormatan, pencipta metode Amtsilati dari Jepara, Jawa Tengah, K.H. Taufiqul Hakim.
Dalam sambutannya, Bupati H. Rahmat Trianto memberikan apresiasi tinggi kepada Ponpes Sirajul Huda atas konsistensinya dalam membina karakter generasi penerus di Bumi Tuntung Pandang.
“Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Ponpes Sirajul Huda atas komitmennya mengembangkan anak-anak kita sebagai generasi penerus pembangunan. Semua itu harus dimulai dengan akhlakul karimah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ujar Rahmat Trianto.
Selain menyampaikan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang telah mendidik santri dengan penuh keikhlasan, Bupati juga memberikan motivasi besar agar para wisudawan tetap gigih dalam mengejar cita-cita.
“Selamat kepada anak-anakku semua. Teruslah berjuang meraih masa depanmu. Jika kamu tidak menemukan impianmu saat kamu tidur, maka bangunlah dan kejarlah impian itu sampai berhasil,” pesannya.
Sementara itu, Pimpinan Ponpes Sirajul Huda Pelaihari, K.H. Abdurahman Husein, menjelaskan bahwa prosesi ini merupakan wisuda gabungan ke-6 dan ke-7 yang sempat tertunda selama dua tahun.
Dalam wejangannya, ia mengingatkan para santri agar tidak cepat puas dan selalu menempatkan adab di atas ilmu.
Menurut K.H. Abdurahman Husein, masyarakat tidak hanya menilai seorang santri dari kepintaran menghafal Al-Qur’an atau membaca kitab kuning, melainkan dari bagaimana cara mereka bersikap di lingkungan sosial.
“Ciri kesuksesan seseorang adalah mampunya dia mengimplementasikan nilai-nilai kitab kuning dalam bentuk beretika dan berakhlak dalam bersosial. Jangan mimpi menjadi orang sukses kalau tidak mau berjuang,” tegasnya.
Menutup arahannya, pimpinan pesantren memohon doa kepada para tokoh agama dan masyarakat yang hadir agar para santri yang lulus dapat memberikan dedikasi serta manfaat yang besar bagi agama, nusa, dan bangsa. (rzk/K-6)















