Pengalaman dokter Theodorus Yang Sembuh Dari Covid-19

Palangka Raya, KP – Seorang dokter yang telah lama mengabdikan dirinya di Rumah Sakit Daerah dr. Doris Sylvanus Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah adalah dia dokter Theodorus Sapta Atmadja yang kini adalah Direktur Rumah Sakit Jiwa “ Kalawa Atei”, sejak 26 September 2019 lalu di Bukit Rawi Kota Palangka Raya.

Sebelum menjabat Direktur RSJ “Kalawa  Atei” dokter Theo biasa dipanggil menjabat Wakil Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya ini, juga merangkap sebagai Kepala Bidang Pendidikan Penelitian, Pengembangan SDM dan Humas di tempat tersebut.

Sebagai seorang dokter di Kalimantan Tengah, dokter Theo terkenal akan keramah tamahannya, baik hati sudah pasti dokter yang satu ini tidak sombong.

Baik dan ramah kepada semua kalangan tidak heran jika pada saat yang bersangkutan menayangkan video di Facebook pribadinya, semua orang menjadi terkaget- kaget dibuatnya.

Dalam Video yang disebarkan, beliau mengharapkan dukungan pada masyarakat akan kesembuhannya, karena ia memang harus memberitahu kepada warga masyarakat akan kondisi dirinya saat itu dan kronologi

Atas kejadian tersebutlah sehingga dirinya yang ikut terpapar Covid-19, bahkan tanpa ada gejala apapun yang dirasakannya.

Hal demikian mengingat pada malam itu ada seorang ibu yang datang ke tempat praktiknya dokter Theo, dimana ibu tersebut mengeluh karena merasa badannya demam, mual muntah saat makan dan minum dan lemas, kata dokter Theo.

Dokter pada saat itu katanya, masih menggunakan masker dua lapis, dan melakukan pemeriksaan kepada ibu tersebut, dan disarankan untuk diberikan obat mual- muntah dengan harapan setelah disuntik yang bersangkutan dapat makan dan minum, ibu tersebut setuju.

Dokterpun berpesan kepada ibu tersebut, besok periksakan diri ke klinik Covid RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, karena dokter menduga yang bersangkutan terpapar Covid-19.

Setelah melakukan pemeriksaan dari ibu tersebut, dokterpun melakukan cuci tangan dan pulang ke rumahnya.

Berita Lainnya
1 dari 405

Sekitar 7 hari setelah kejadian itu, dokter menerima informasi bahwa ternyata ibu tersebut positif terkonfirmasi Covid-19, karena dokter Theo juga merasa terpapar maka dia melakukan pemeriksaan Skrining yang dari hasil laboratorium pemeriksaan darahnya di katakan Normal, Thorax Fotonya bersih, pada Rapid Testnya dinyatakan Reaktif.

Sehingga dokter Theo memutuskan  untuk dilakukan pemeriksaan Swab PCR pada tanggal 26 September 2020 jam 16.15 WIB. Pada tanggal 27 September 2020 jam 12.30 WIB bahwa dokter Theo mendapat informasi hasil pemeriksaan Swab PCR nya di nyatakan positif.

Dokter marah kepada ibu tersebut, Tidak! Dokter kecewa pada Tuhan, karena ia merasa sudah menolong ibu tersebut, sekarang dia juga terpapar Virus Covid-19….Tidak!  Ini adalah jalan hidup saya, dan harus dilewati….kata Theo. Dia yakin bahwa itu adalah rancangan Tuhan.

Kenapa, dr. Theo memberanikan diri untuk melakukan pemeriksaan Skrining dan PCI, karena kalau dirinya ternyata hasilnya positif….kasihan orang- orang yang terkontak dengan dirinya, terutama kelompok rentan, Lansia, balita dan orang-orang seperti Komorbit, kencing manis, hipertensi yang berat, asma, gagal ginjal.

Oleh karena itu, dr. Theo harus melakukan pemeriksaan Skrining dan PCR. Walaupun saat tersebut yang bersangkutan tidak ada merasa gejala demam, batuk berat, mual-muntah bahkan hilangnya rasa penciuman dan tidak lemas, dan masih bisa melakukan aktivitas seperti biasa, dan mungkin beliau  masuk orang yang Orang Yang Tanpa Gejala.

Dokter Theo memilih untuk dilakukan diisolasi mandiri ruang Wijaya Kusuma VI, ruangan Wijaya Kusuma adalah ruang khusus bagi pasien yang terpapar Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, karena yang bersangkutan merasa berpotensi untuk menularkan ke orang lain.

Kasihan nanti mereka semua yang terpapar dengan beliau, katanya, kalau dia masih beraktivitas seperti biasa, bersosialisasi seperti biasa, kontak dengan orang lain.

Bagi teman-temannya, yang sedang dilakukan perawatan penanganan Covid-19 seperti dirinya mengharapkan tetap semangat, begitu juga buat teman-temannya yang tidak terpapar, tetap patuhi protokol kesehatan, gunakan masker, tetap jaga jarak, hindari kerumunan dan tetap rajin cuci tangan, kata Theo.

Pada  tanggal 7 Oktober 2020 , adalah merupakan hari pertama dokter beraktivitas untuk masuk kantor setelah beristirahat menjalani Isolasi dari terpapar Covid-19, untuk itu dr. Theo mengucapkan terimakasih buat sahabat-sahabat, handai taulan semuanya yang telah memberikan doa, perhatian dan dukungannya sehingga dia bisa sembuh dari Covid-19 dan dari hasil Swabnya telah dinyatakan Negatif.

Dia juga mengaku selalu berdoa buat teman-temannya atau sahabat-sahabatnya yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19 dan penyakit lainnya, tetaplah berdoa dan tetap semangat…ya teman-teman.

Begitu juga buat warga masyarakat dihimbau untuk peduli kepada sesama, untuk saling menolong dan penyakit Covid-19 itu bukan penyakit tabu yang harus dikucilkan, malah sebaliknya kita bantu, terang Theo. (Yulida Warni/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya