Perbaikan Ekonomi dari Sektor Wisata, Banjarmasin Terima Rp 11 M Dana Hibah Kemenpar

Banjarmasin, KP – Kota Banjarmasin menjadi satu-satunya wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan yang mendapatkan dana hibah dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebesar Rp 11 M.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ihsan Al-Hak mengatakan, pemberian dana hibah tersebut diberikan karena posisi Kota Banjarmasin yang merupakan Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.

“Jadi kita dapat alokasi dana hibah dari Kementerian Pariwisata RI sekitar Rp 11 M,” ucapnya pada awak media di sela kegiatan sosialisasi program CHSE dan dana hibah bagi sektor restoran di salah satu hotel ternama di Kota Banjarmasin, Jumat (27/11).

Kendati demikian, besaran dana tersebut nantinya tergantung dengan jumlah serapan yang akan terealisasi dalam proses pemberian terhadap sektor pariwisata yang menerima.

“Tergantung dengan kriteria atau standar yang telah ditetapkan oleh Kemenpar RI, bagi pengelola sektor pariwisata yang memenuhi persyaratan tersebut, itu lah yang menerima dana hibah,” tukasnya.

Ia menjelaskan, ada tiga kriteria yang akan menerima dana hibah ini, yakni sektor pariwisata dari restoran, hotel dan tempat wisata.

Menurutnya, untuk mendapatkan dana hibah tersebut setiap hotel dan restoran harus memenuhi persyaratan yang sdh ditentukan, diantaranya harus memiliki keterangan badan usaha dan tidak ada tunggakan pajak.

Berita Lainnya
1 dari 788

“Mereka tidak menunggak pajak sampai Bulan Agustus, kemudian memiliki NPWP, masuk dalam daftar pariwisata dan lain-lain,” jelasnya.

Sehingga, ia menambahkan, berdasarkan kriteria yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat tersebutlah pihaknya bersama Bakeuda Kota Banjarmasin akan menyaring berapa banyak yang akan diloloskan untuk menjadi penerima dana hibah.

“Hari ini ada 47 buah restoran yang mengikuti, sedangkan hotel ada 101. Tapi itu semua ada klasifikasinya, mereka masuk dalam nominasi penerima dana hibah Kemenpar RI,” bebernya.

Ia berharap pembagian dana hibah ini bisa selesai secepatnya, lantaran waktu yang sudah mepet. “Karena dari Kementrian sendiri September bari memberitahu kita, Oktober baru mula proses administrasinya. Makanya kita baru bisa mulai sekarang untuk sosialisasi pembagian dana hibah ini,” ungkapnya.

“Semoga dengan waktu yang mepet ini kita bisa memanfaatkan dana hibah ini dengan menyerap sebanyak-banyaknya. Soalnya kalau masih bersisa maka akan dikembalikan ke Kementerian,” tukasnya.

pria dengan sapaan Ihsan itu memaparkan, untuk besaran dana hibah per hotel atau rumah makannya yang sendiri paling rendah sebesar Rp 2 hingga 3 Juta, dan yang paling tinggi akan menerima Rp 100 Juta

“Untuk segi pengawasan penggunaannya itu akan diserahkan kepada inspektorat, soalnya dari dana hibah tersebut akan langsung ditransfer oleh pihak Kementerian ke pemilik hotel dan restoran penerima,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Banjarmasin, H Hermansyah mengaku sangat bersyukur terkait adanya dana hibah yang diterima oleh Pemerintah Kota Banjarmasin.

“Di Kalsel hanya kita yang dapat, jadi kita sangat berharap ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki perekonomian daerah dari sektor pariwisata,” imbuhnya.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya