Siapkan Pembelajaran Tatap Muka

PERCEPATAN penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, berangsur mulai melandai, seiring ketatnya penerapan prosedur kesehatan oleh Tim Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayah yang berpenduduk sekitar 4 juta lebih ini.

Informasi terakhir, Minggu (1/11/2020) tercatat pasien Covid-19 di Kalsel sebanyak 11.881 orang. Adapun pasien Covid-19 dilaporkan sembuh hari ini sebanyak 72 orang.

Kendati demikian, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, HM Muslim, meminta masyarakat agar tetap terapkan 3 M, yakni Menjaga jarak hindari kerumunan, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun pakai air mengalir, plus selalu menjaga kesehatan dan imunitas tubuh.

Dikaitkan dengan proses belajar tatap muka yang akan diterapkan seiring dengan keluarnya izin dari pemerintah bagi satuan pendidikan yang memenuhi pernyaratan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel belum memberikan rekomendasi secara resmi.

“Kita secara jelas mengacu pada SK Menteri. Kendati ada perluasan zona, tapi Kalsel lebih mementingkan kesehatan dan keselamatan peserta didik juga warga sekolah,” kata Kepala Disdikbud Kalsel, Yusuf Effendi, Senin (2/11) siang.

“Kita mengambil kebijakan hanya untuk zona hijau, sementara mayoritas masih orange. Kita tidak mengenal zona secara parsial, tetapi harus secara utuh satu kabupaten/kota,” terangnya

Untuk itu, Disdikbud menghimbau seluruh sekolah untuk mengacu pada edaran Gubernur yaitu pembelajaran daring atau jarak jauh hingga akhir tahun nanti. Dia juga meminta sekolah agar melakukan persiapan terkait protokol kesehatan yang ketat menjelang masa tatanan baru nanti.

“Saat ini kita ikuti saja ekspose gugus tugas. Apakah masing-masing kabupaten/kota itu hijau atau belum. Tunggu saja perkembangannya,” lanjut Yusuf.

Seperti diketahui, sejumlah sekolah mulai mereposisi pembelajaran secara langsung, di antaranya sekolah setingkat SMP di Banjarmasin.

Salah satunya adalah SMP Islam Terpadu Ukhuwah Banjarmasin yang berada di Jalan Raya Bumi Mas Kelurahan Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan.

Ketua Yayasan Ukhuwah Kalsel Sirajuddin Habibi mengatakan, pihaknya akan segera melakukan survey kepada orang tua siswa mengenai rencana tersebut.

Sementara, pada pelaksanaan rapat orang tua/wali murid yang digelar via virtual 27 Oktober 2020 lalu, Kepala Sekolah SMP Islam Terpadu Ukhuwah, Abdurrahman, M.Pd mengatakan, jika nanti dilaksanakan proses pembelajaran tatap muka, pihaknya sudah sangat siap.

“Kita sudah menyiapkan segala sesuatu yang menyangkut protokol kesehatan Covid-19 yang dianjurkan oleh pihak pemerintah,” katanya.

Berita Lainnya
1 dari 1.858

Teknis kegiatan belajar, dilaksanakan 2 tahap. Siswa dibagi dalam 2 kelompok. Untuk 1 kelompok sebanyak antara 15 sampai 16 siswa di dalam 1 kelas.

Pihak sekolah juga sudah menyiapkan, seperti thermogun atau alat pengukur suhu tubuh, yang disiapkan oleh pihak security sekolah di depan halaman gedung sekolah. “Jadi setiap siswa yang nanti tiba di sekolah, terlebih dahulu diukur suhu tubuhnya sebelum memasuki area sekolah,” tambahnya.

Jika ada siswa yang suhu tubuhnya di atas normal, pihak sekolah tidak mengizinkan masuk ke area sekolah dan menyuruh pulang siswa bersangkutan.

Begitu juga bagi siswa yang kondisi kesehatannya menurun, dimintakan kepada orang tua untuk tidak mengizinkan anaknya masuk ke sekolah.

Diungkapkan, pihak sekolah juga menyediakan tempat pencuci tangan dilengkapi cairan pencuci tangan di setiap ruangan kelas dan di beberapa lokasi sekolah.

Usai jam belajar, ruangan kelas akan disemprot dengan cairan disinsfektan, agar ruangan selalu terjaga dari penyebaran Covid-19.

Selama siswa berada di lingkungan sekolah, akan selalu diawasi dan membatasi pergaulannya dengan teman-temannya yang lain. “Bahkan kita sudah membuatkan dua jalur di bagian tangga, jalur naik dan jalur turun, untuk meminimalisir terjadinya kontak di antara siswa,” tambahnya.

Lantas seperti apa tanggapan para orang tua/wali murid terhadap kesiapan pihak sekolah menyambut pembelajaran tatap muka ini?

Kendati ada yang setuju bahkan mengaku sudah lama menunggu dikeluarkannya kebijakan proses pembelajaran tatap muka tersebut, namun ada juga yang masih ragu dengan kesiapan dan jaminan pihak sekolah agar siswa aman dari penularan covid-19.

Ternyata tidak semua orang tua/wali murid yang sepakat dengan akan diterapkannya pembelajaran tatap muka tersebut.

Salah satu orang tua yang tinggal di Muara Teweh, Kalteng, mengaku bahwa putrinya sudah sangat jenuh belajar via virtual. Mengingat proses pembelajaran sangat terbatas dan sengat berbeda jika dilaksanakan secara tatap muka.

Menanggapi adanya perbedaan ini, pihak sekolah memastikan akan tetap mengacu kepada peraturan pemerintah dalam melaksanakan proses pembelajaran tatap muka. “Untuk pelaksanaannya kita juga akan melakukan survey terlebih dahulu dengan membagikan formulir yang harus diisi oleh para orang tua,” katanya.

Namun ia memastikan bahwa untuk pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka bagi SMP Islam terpadu Ukhuwah sudah siap. Ya, menghadapi era new normal memang harus selalu siap. Jika tidak, kapan lagi!!!. (yana/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya