2 Kelurahan di Banjarmasin Zona Merah, Akibat Pemilu?

Banjarmasin, KP – Selepas usainya proses pemungutan suara dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, sebagian wilayah di Kota Banjarmasin kembali masuk ke dalam kategori zona merah.

Lantas apakah kondisi tersebut akibat diselenggarakannya gelaran pesta demokrasi rakyat itu?

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan pandemi Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menjelaskan, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah penambahan zona merah tersebut adalah dampak dari terselenggaranya Pemilu atau bukan.

“Yang jelas kenaikan yang terjadi pada hari kemarin dan hari ini bukan karena Pemilu tetapi memang penularan dari klaster keluarga,” ungkapnya pada awak media melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/12) petang.

Selain itu, ia juga menampik jika penambahan pasien yang terinfeksi oleh virus Corona ini disebabkan adanya libur panjang baik untuk sekolah maupun bagi karyawan beberapa waktu lalu.

Pasalnya, mantan Wakil Direktur (Wadir) Administrasi dan Keuangan RSJ Sambang Lihum itu membeberkan, bahwa peningkatan terjadi dalam lima hari terakhir ini (6-12 Desember) lebih disebabkan karena kedisiplinan protokol kesehatan yang menurun.

“Masa inkubasi Covid-19 itu 6 sampai dengan 14 hari, sehingga jika dianalisa secara Epidemiologi, kita bisa melihat 14 hari kebelakang dan terjadinya pada klaster keluarga, sehingga lebih disebabkan karena menurunnya tingkat kedisiplinan prokes pada tingkat keluarga,” jelasnya.

Berita Lainnya

DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

1 dari 3.586

Bahkan, ia membeberkan, pihaknya banyak menemukan kasus penambahan Covid-19 akibat adanya penularan di dalam klaster keluarga.

“Identifikasinya satu keluarga yang terkena lebih dari satu orang, dan itu cukup banyak kami temukan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin itu.

Kemudian, munculnya zona resiko penyebaran Covid-19 yang terjadi di Bumi Kayuh Baimbai ini juga lebih banyak disebabkan penggunaan bahan masker yang digunakan tidak sesuai dengan anjuran pemerintah.

“Kebanyakan masyarakat kita memakai masker jenis scuba, sehingga tidak memiliki kemampuan memproteksi diri sendiri dan keluarganya, alhasil terjadilah penambahan kasus tersebut,” tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker yang sesuai dengan standar kesehatan.

“Kami menghimbau agar masyarakat disiplin menggunakan masker yang sesuai dengan standar. Boleh menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis yang dijual atau yang dijual di pasar,” imbuhnya.

Disamping itu, pihaknya juga kembali mengingatkan masyarakat, bahwa virus Corona itu menular melalui droplet, dan droplet itu keluarnya melalui hidung dan mulut.

“Kalau masyarakat kita betul-betul disiplin bermasker yang sesuai dengan standar maka 95% kita bisa menghindari penyebaran Covid 19 tersebut. Apalagi kalau ditambah dengan disiplin mencuci tangan tidak bersentuhan fisik atau bersalaman makan lebih sempurna lagi ditambah dengan menjaga jarak,” tutup pria dengan sapan Machli itu.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya