33 Ribu Jiwa Lebih Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar

Martapura, KP – Hujan yang tiada henti, menyebabkan Lebih dari 33 ribu jiwa atau 10 ribuan kepala keluarga (KK) menjadi korban banjir di wilayah Kabupaten Banjar yang kini melanda 9 kecamatan.


”Awalnya 7 kecamatan, kini sudah 9 kecamatan, jadi kemungkinan yang terdampak sudah lebih dari 33 ribu jiwa,” kata Sekdakab HM Hilman, kepada KP, Selasa (12/1).


Sembilan kecamatan tersebut, yakni Pengaron, Astambul, Martapura Kota, Martapura Timur, Martapura Barat, Karang Intan, Sungai Tabuk, Sungai Pinang dan Mataraman.


Untuk ketinggian air, lanjutnya, tiap kawasan bervariasi, ada yang sekitar 40-60 cm, ada yang mencapai 2 meter, seperti di kawasan Pengaron, ada pula yang airnya tinggi, namun cepat surut, tergantung karakteristik wilayahnya.


”Kondisi terparah saat ini ada di Kecamatan Pengaron. Bantuan untuk evakuasi korban banjir sudah dilakukan dengan melibatkan semua pihak,” tandasnya.


Upaya sudah dilakukan, Hilman menjelaskan, pihaknya siap mengerahkan semua potensi yang dimiliki guna membantu masyarakat. Diantaranya dengan mendirikan dapur umum dan menyiapkan tempat pengungsian di Kantor Camat Martapura dan Stadion Demang Lehman.


”Melihat kondisi saat ini, maka penyaluran bantuan melalui dapur-dapur umum yang sudah disediakan,” katanya.


Jadi mekanismenya, Pemkab akan mendistribusikan ke tiap kecamatan, nanti pihak kecamatan yang menyalurkannya ke dapur-dapur umum. Bila kurang, makan akan ditambah lagi. Jadi peran kecamatan sangat penting.


Ditambahkan Hilman, untuk tanggap darurat sendiri, pihaknya mempersiapkan dari tanggal 11 sampai 31 Januari 2021. Namun bila kondisinya terus berlanjut, maka akan ada evaluasi dan tidak menutup kemungkinan diteruskan.

Berita Lainnya
1 dari 580


Soal tempat pengungsian, pihaknya memang melakukannya secara terpusat, karena ini memudahkan penanganan guna membantu masyarakat terdampak, terutama menyiapkan konsumsi dan pemantauan kondisi kesehatan.


Sementara menyikapi kondisi tersebut, Bupati KH Khalilurrahman langsung menggelar rapat mendadak di rumah dinasnya, Selasa (12/1) yang dihadiri para pejabat terkait.


Guru Khalil pun mengeluarkan beberapa point penting, yakni menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, terutama yang dekat dengan bantaran sungai atau lokasi yang berpotensi besar terjadinya banjir.


”Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas kebencanaan, seperti dapur umum dan tempat pengungsian yang telah disediakan,” katanya.

Bupati Khalilurrahman menjenguk pengungsi korban banjir di aula kantor Camat Martapura


Kemudian berhati-hati dengan aliran listrik, matikan arus listrik untuk mencegah terjadinya setrum yang tidak perlu. Bagi pengendara kendaraan bermotor agar hati hati dijalanan, karena jalan licin dan berupaya untuk menghindari jalan yang tergenang banjir dan berpotensi longsor.


”Kami akan mengerahkan semua stakeholder untuk membantu korban banjir dengan menyediakan dapur umum dan tempat pengungsian yang layak,” tandasnya.


Dia juga mengimbau untuk saling bantu, bahu membahu dalam tanggap darurat pasca bencana banjir untuk memberikan laporan tentang dampaknya kepada posko tanggap darurat terdekat dan mencegah hoax atau informasi palsu.


”Bagi yang terkena banjir, atas nama pribadi dan Pemkab Banjar, saya berharap masyarakat bisa tabah dan sabar dalam menghadapinya serta menjadi hikmah bagi semua,” kata Bupati. (Wan/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya