Meski Dana Belum Turun
Cabor Diminta Jangan Vacuum

Karena dana hibah belum turun, pengprov cabor yang atletnya lolos ke PON Papua, diminta tetap menjalankan program yang sudah diagendakan.

Banjarmasin, KP – Ketua Bidang Perencanaan dan Anggaran (Kabid Rena) H Fitri Rifani meminta agar semua cabor, khususnya yang atlet-atletnya lolos dari babak kualifikasi PON, agar tetap menjalankan program latihan, meskipun bersikap seefisien mungkin.

Karena saat ini dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kalsel belum turun, maka tidak ada anggaran yang bisa digunakan untuk membantu kegiatan cabor. Tetapi mereka para atlet cabor jangan sampai mengalami kevakuman karena alas an tidak ada dana, ujar Fitri Rifani yang didampingi Humas KONI, H Mursyid Arpan di Banjarmasin Rabu (27/1/2021).

Dalam kondisi seperti sekarang ini, dimana dunia masih belum reda dari Pandemi Covid-19, kemudian terjadinya bencana alam banjir banding yang melanda 12 dari 13 kabupaten kota di Kalsel. Sehingga perhatian pemerintah lebih terfokus pada dua masalah tersebut, maka insane olahraga haruslah bersabar.

Dengan keadaan ini, tentunya Pengprov Cabor harus lebih kreatif dan inovatif, bagaimana mencari solusi supaya kegiatan program pembinaan olahraga yang sudah diagendakan tetap bisa berjalan, meskiun harus menggunakan dana ‘talangan’ pribadi yang minim, pungkas Fitri Rifani.

Beberapa waktu lalu, Kadispora Kalsel H Hermansyah melalui Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalsel, M Fitri Hernadi meminta kepada cabang olahraga (cabor) prestasi Kalsel agar bersabar.

Pasalnya, tahun ini dipastikan ada pemangkasan anggaran pembinaan olahraga prestasi untuk diarahkan ke program penanggulangan pandemi Covid-19. Untuk itu, cabor prestasi yang sudah mengajukan rencana Try Out (TO), kemungkinan akan tertunda lagi.

Berita Lainnya

KORMI Kalsel Keluhkan Dana Hibah Minim

PGRI nyaris tumbangkan rekor Allstar

1 dari 324

“Kami sudah menerima pengajuan dari beberapa sejumlah cabor prestasi yang berkeinginan untuk mengadakan TO pada tahun 2021 ini. Namun, kami belum bisa memberikan rekomendasi, karena anggaran tahun 2021 belum disusun. Kemudian, besaran anggaran juga dipastikan berkurang lantaran untuk menanggulangi pandemi Covid-19 di Kalsel tahun 2021,” sebut Fitri.

Ditambahkan Fitri, Pemprov Kalsel juga memberlakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tentunya juga berimbas pada beragam aktivitas olahraga.

“Tak tarkecuali program TO dan latihan bersama juga akan diatur ulang. Namun, tentunya demi menghindari paparan Corona, maka disarankan bagi cabor untuk memprogramkan latihan mandiri,” sambungnya.

Di akhir tahun 2020 lalu, ada dua cabor yang diberikan rekomendasi untuk melakukan TO ke luar daerah Kalsel. Yakni, cabor gulat dan tinju. “Keduanya, TO singkat ke Bandung, hanya beberapa hari. Itupun dengan persyaratan ketat, supaya tidak terpapar Corona. Tahun ini, dengan anggaran yang lebih sedikit, akan kami upayakan supaya tiap cabor dapat memaksimalkan programnya dalam melakukan TO atau kegiatan latihan lainnya,” pungkas Fitri Hernadi.

Informasi dari KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kalsel, Ada 13 cabor cabor Kalsel yang lolos ke PON XX – 2021 Papua, yakni Gulat

PGSI (9 atlet), Menembak – Perbakin (12 atlet), Karate – Forki(2 atlet)

Wushu – WI Kalsel (3 atlet), Billiar – POBSI (4 atlet), Kempo – Perkemi 1 atlet, Pencak silat – IPSI (3 atlet), Basket – Perrbasi (11 atlet), Angkat Besi (1 atlet), Aero Modelling – FASI (2 atlet, Anggar – Ikasi (1 atlet), Judo – PJSI (1 atlet, Muaythai – MI Kalsel (1 atlet). Total atlet seluruhnya 51 orang. (nets/nfr/k-9)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya