Pedagang Gunakan Jukung Sasar Pemukiman Penduduk

Jamilah, seorang pedagang mengaku, berinisiatif mendatangi pemukiman warga di Jalan Setia Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, karena banyak warga tak bisa ke pasar akibat akses jalan yang tak bisa ditembus dengan kendaraan bermotor roda dua.

BANJARMASIN, KP – Kota Banjarmasin menjadi salah satu wilayah di Kalsel yang terdampak air pasang tinggi. Dalam lima hari terakhir, ketinggian air terus meningkat di sejumlah kawasan.

Kendati tak turun hujan, debit air tetap tinggi. Sebab, Banjarmasin dapat air kiriman dari hulu, ditambah air laut yang pasang.

Jalan-jalan protokol banyak yang tergenang air, bahkan merendam banyak rumah penduduk. Pemerintah Kota Banjarmasin pun resmi menaikkan status bencana, dari Siaga Darurat menjadi Tanggap Darurat.

Kondisi ini menyebabkan warga kesulitan dalam beraktivitas, terutama pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan sehari-hari.

Beberapa orang pedagang, memanfaatkan situasi ini dengan sistem jemput bola, yakni menjajakan dagangannya dengan langsung mendatangi pemukiman warga. Uniknya, semua dilakukan dengan menggunakan alat transportasi jukung (perahu kayu).

Jamilah, seorang pedagang mengaku, berinisiatif mendatangi pemukiman warga di Jalan Setia Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan, karena banyak warga tak bisa ke pasar akibat akses jalan yang tak bisa ditembus dengan kendaraan bermotor roda dua.

Berita Lainnya
1 dari 857

“Warga kesulitan untuk ke pasar, air dalam sampai ke jalan-jalan. Sepeda motor banyak yang mogok karena terendam. Jadi kami langsung mendatangi ke rumah-rumah penduduk,” ujarnya, Selasa (19/1).

Ia mengungkapkan, sehari-harinya memang berjualan menggunakan jukung, tapi hanya menyasar warga yang tinggal di bantaran sungai saja. Tapi, beberapa hari ini, Jamilah menjajakan dagangannya hingga masuk ke komplek perumahan warga yang kebanjiran.

“Alhamdulillah, dagangan jadi cepat habis. Warga sekitar pemurus sini banyak yang kebanjiran dan tidak bisa pergi ke pasar. Hitung-hitung saling membantu dan sama-sama diuntungkan,” tutur Jamilah, yang menjual ikan sungai, seperti ikan Haruan, Papuyu, dan Sepat Siam.

Seorang warga setempat, Wiwin, mengatakan cukup terbantu dengan adanya pedagang yang berjualan masuk ke pemukiman penduduk seperti ini. Sebab, sebelumnya ia mesti berjalan kaki jika ingin menuju ke Pasar Ahad, lokasi pasar terdekat dari rumahnya.

“Iya, tadi beli ikan sama pedagang pakai jukung itu. Biasanya, pakai sepeda motor jika mau ke pasar, tapi saat ini kondisinya tidak memungkinkan. Sedangkan, jalan kaki ke pasar lumayan jauh jaraknya” ungkap warga yang tinggal di Jalan Setia, Komplek Purnama 3, Pemurus Dalam ini.

Air pasang yang merata merendam semua kecamatan di Banjarmasin, seakan melumpuhkan aktivitas warga, termasuk para pelaku usaha.

Banyak orang tak bisa keluar rumah untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari karena air pasang cukup dalam. Dan, tak sedikit pula pedagang yang terpaksa tidak berjualan akibat warung atau kiosnya terendam air. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya