Pembelajaran Tatap Muka Ditinjau Kembali

Berita Lainnya

Banjarmasin dan Batola teken MoU

1 dari 3.567

Banjarmasin, KP – Pembelajaran tatap muka yang direncanakan pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 mulai 11 Januari 2021 sebaiknya ditinjau kembali, menyusul peningkatan kasus Covid-19 di wilayah Kalsel.
“Sebaiknya kebijakan sekolah tatap muka ditinjau kembali hingga kondisinya memungkinkan,” kata juru bicara Satgas Covid-19 Kalsel, HM Muslim kepada wartawan, usai rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Kalsel, Kamis (7/1/2021), di Banjarmasin.
Bahkan, pihak tidak merekomendasikan untuk membuka pembelajaran tatap muka di sekolah, mengingat beresiko tinggi terhadap penyebaran Covid-19 di Kalsel.
“Kita tidak merekomendasikan pembelajaran tatap muka, karena masih beresiko dengan peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan,” tambah Kepala Dinas Kesehatan Kalsel ini.
Hal senada diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin, mengingat dirinya sejak awal tidak mendukung rencana pembelajaran tatap muka.
“Kita jangan terburu-buru membuka pembelajaran tatap muka, karena resikonya tinggi pada anak,” kata politisi Partai Gerindra ini.
Lutfi mengatakan, pandemi Covid-19 ini adalah hal yang nyata, apalagi sekarang justru terjadi kenaikan kasus yang cukup signifikan, sehingga pembelajaran tatap muka ditunda hingga kondisi memungkinkan.
“Jangan berjudi dengan situasi, apalagi beresiko terhadap keselamatan anak,” tambah Lutfi Saifuddin.
Untuk itu, masyarakat diminta bersabar untuk tetap membimbing anaknya sekolah di rumah. “Mari bersabar untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini, sehingga kasusnya menurun,” tuturnya.
Disamping itu, Lutfi juga mengingatkan pemerintah maupun masyarakat agar bisa membatasi kerumunan dan tempat hiburan malam (THM) yang berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19. (lyn/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. TerimaSelengkapnya