Kendati Ditutup, Warga Luar Kota Terobos Siring Menara Pandang

Tak hanya wisatawan domestik atau warga Banjarmasin sendiri, Siring Menara Pandang juga banyak didatangi wisatawan dari luar kota

BANJARMASIN, KP – Objek wisata Siring Menara Pandang dan sekitarnya diketahui masih ditutup oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dengan alasan untuk menghindari resiko penyebaran Covid-19.

Namun berdasarkan pantauan awak media pada Jumat (19/02) sore, tempat wisata yang menjadi andalan Ibu KotProvinsi Kalimantan Selatan itu masih tetap didatangi oleh para pengunjung.

Tak hanya wisatawan domestik atau warga Banjarmasin sendiri, Siring Menara Pandang juga banyak didatangi wisatawan dari luar kota.

Salah satunya Alfi, ia mengaku sengaja datang ke Siring Menara Pandang bersama dua teman wanitanya untuk mengambil foto atau hunting foto.

Yang lebih parahnya, Alfi tidak mengetahui jika tempat wisata andalan Banjarmasin itu masih ditutup oleh Pemko Banjarmasin.”Tidak tau kalau ditutup,” ujarnya singkat.

Bukan tanpa alasan, apa yang diungkapkan Alfi tadi lantaran spanduk pemberitahuan yang sebelumnya terpampang di depan pintu masuk parkir kawasan wisata tersebut sudah tidak ada lagi. Sehingga wajar jika ia mengira tidak ada penutupan.

“Kalau memang benar ditutup, kami sebagai wisatawan sangat ingin tempat wisata ini dibuka kembali. Walaupun dengan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan,” tukasnya.

Menurutnya, wisata siring milik Kota Seribu Sungai ini memiliki pemandangan yang sangat bagus dengan nuansa pinggiran sungai yang asri.

“Tempatnya bagus, cocok sebagai tempat liburan keluarga untuk melepas penat dan jenuh,” tutup pemuda asal Kecamatan Gambut, Kabuoaten Banjar itu.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Banjarmasin, Ihsan Al-Haq menjelaskan bahwa penutupan tersebut dilakukan lantaran ada kekhawatiran timbulnya cluster baru yang diakibatkan membludaknya wisata siring.

Pasalnya, hampir satu tahun sudah, objek wisata siring menara pandang di Jalan Piere Tendean ditutup untuk umum karena pandemi Covid-19. Ini artinya, selama itu juga kawasan yang biasanya ramai dengan event-event hiburan dan ribuan pengunjung itu pun kini terlihat sepi.

Namun sekarang, Pemerintah sudah mulai memberikan izin kepada masyarakat untuk melaksanakan kegiatan atau acara. Tentunya harus mengantongi rekomendasi dari Satgas dan wajib menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

Berita Lainnya

Satu Maret Vaksinasi Tahap II Dimulai

1 dari 2.382

Sayangnya, kesempatan ini nampaknya tidak diambil oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk membuka objek wisata. Salah satunya siring sungai Martapura.

“Belum ada niat untuk membuka. Karena potensi terjadinya kerumunan massa masih cukup besar. Sehingga pengelola tetap mensterilkan lokasi ini,” ucapnya saat ditemui awak media di Resto Apung pada beberapa waktu yang lalu.

Ia mengungkapkan, alasan mengapa sampai sekarang jajarannya belum memiliki niatan untuk membuka objek wisata tersebut untuk umum. Yaitu berkaitan dengan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk melakukan pengawasan, dan keterbatasan sarana prasarana.

“Kita belum punya petugas khusus untuk mengawasi setiap pengunjung. Yang ada cuma petugas kebersihan dan jaga malam. Karena kondisi itu tidak kami buka,” terangnya.

Menurutnya, lain halnya jika kawasan siring dilengkapi dengan pagar serta pintu masuk dan keluar yang bisa membuat pengawasan lebih ketat. Itu pun sekali lagi, pihaknya harus merekrut petugas khusus terlebih dulu.

“Kondisi sekarang lokasi siring bisa secara bebas diakses masyarakat. Tidak seperti Monumen Nasional (Monas) yang dilengkapi dengan pagar dan pintu masuk keluarnya. Sehingga penjaga juga bisa melakukan pengawasan,” pungkasnya.

Atas pertimbangan itulah, Disbudpar sendiri berencana melakukan rekrutmen petugas khusus untuk mengawasi setiap pengunjung, jika memang kawasan siring benar-benar akan dibuka.

“Patut untuk dipertimbangkan. Namun tentunya harus melihat kemampuan keuangan daerah terlebih dulu,” tandasnya.

Lantas, bagaimana dengan mereka yang hanya sekedar jogging di pagi hari atau akhir pekan?

Ia menyatakan tidak larangan. Selama orang tersebut hanya lewat dan tidak berdiam di siring, maka itu masih diperbolehkan.

Lain cerita jika orang-orang tersebut datang dan menetap di siring seperti melakukan senam dan sebagainya, maka petugas dari Satpol PP atau Dinas Perhubungan (Dishub) bakal membubarkan.

“Sejak awal PSSB itu tidak dilarang. Yang penting dia tidak menetap atau numpang lewat saja tidak masalah,” tutupnya.

Bahkan untuk diketahui, sejak ditemukannya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Banjarmasin, Pemerintah Kota memilih untuk menutup seluruh sektor pariwisata yang dimilikinya untuk meminimalisir resiko terjadi penularan virus.

Termasuk pariwisata andalan seperti wisata Siring Menara Pandang, Pasar Terapung dan Patung Bekantan yang biasa dibuka setiap minggunya, namun kini harus ditiadakan. (Zak/K-3)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya