Pertamina Diminta Klarifikasi Kelangkaan Gas Elpiji Subsidi

Betulkah persoalannya karena masalah jalan sehingga angkutan kurang lancar ataukah memang gas melonnya memang kosong,” ujar Abidinsyah.

BANJARMASIN, KP – Komisi III DPRD Kalsel akan meminta PT Pertamina untuk memberikan klarifikasi, terkait kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram, yang menyebabkan harganya melonjak.

“Kita akan minta Pertamina untuk melakukan klarifikasi kelangkaan gas elpiji subsidi,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, Gusti Abidinsyah kepada wartawan, usai menerima aksi unjuk rasa terkait kelangkaan gas elpiji subsidi yang dirasakan masyarakat dalam sebulan terakhir, Senin (22/2/2021), di Banjarmasin.

Menurut Abidinsyah, rencananya Pertamina diundang untuk memberikan klarifikasi pada Rabu (24/2), untuk menjelaskan kelangkaan gas elpiji subsidi yang seringkali terjadi.

“Kelangkaan gas elpiji subsidi ukuran tiga kilogram ini terus terjadi, bahkan tidak pernah tuntas,” tambah politisi Partai Demokrat ini.

Abidinsyah mengaku bingung dengan persoalan gas elpiji subsidi ini tidak pernah tuntas penyelesaiannya, sebentar hilang kemudian muncul lagi. Namun seringkali seperti sekarang, langka dan harganya melambung.

“Betulkah persoalannya karena masalah jalan sehingga angkutan kurang lancar ataukah memang gas melonnya memang kosong,” ujar Abidinsyah.

Berita Lainnya
1 dari 865

Diungkapkan, dari informasi yang diterima, memang di Stadion Pengisian Bahan Bakar Energi (SPBE) gas elpiji lagi kosong. Hal itu perlu dipertanyakan, apakah faktor pengiriman atau memang betul-betul gas elpiji lagi kosong.

Sesudah melakukan aksi di depan Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, pengunjukrasa mendatangi Kantor Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) yang berada di Jalan Belitung.

Sementara harga eceran gas melon di luar pangkalan per tabung paling murah Rp35.000 dan bahkan sampai mencapai Rp50.000 lebih seperti di Banjarmasin dan daerah sekitarnya.

Dengan harga Rp50.000 per tabung pun masyarakat masih sulit mendapatkan gas melon yang sudah menjadi kebutuhan rumah tangga tersebut.

Sementara Ketua Hiswana Migas Kalsel, H Saibani mengatakan kondisi tersebut disebabkan kerusakan beberapa infrastruktur pasca banjir yang melanda sejumlah kabupaten/ kota dikalsel seperti jembatan dan jalan yang berdampak pada keterlambatan pengiriman.

“Selama infrastruktur ini tidak ditangani dengan cepat saya khawatir selama itu pula kekurangan suplai kepada masyarakat,” kata, Sabtu (20/2/2021)

Sebab ujar Saibania saat ini terjadi kerusakan akses Jalan Gubernur Syarkawi yang menjadi jalur distribusi dari Depo LPG Pertamina yang berada di Kabupaten Barito Kuala ke beberapa Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu.

“Untuk stok sangat banyak, tidak ada kelangkaan, tidak ada kosong, bahkan epiji tersebut jika dalam kondisi normal mampu bertahan 8 hari ke depan,”katannya. (lyn/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya