PTM Tunggu PPKM Selesai

Banjarmasin, KP – Sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya akan dilakukan pada Februari 2021 ini dipastikan tidak bisa dilaksanakan.

Hal tersebut dikarenakan lantaran masih adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang saat ini dijalankan dalam skala mikro atau tingkat kelurahan.

Rencananya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin akan mulai menggelar belajar tatap muka setelah PPKM dan Tanggap Darurat Banjir selesai, utamanya untuk tingkat SMP.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin pada awak media saat dimintai komentar melalui sambungan telepon.

“SMPN kan sudah simulasi, jadi itu dulu yang belajar tatap muka, kalau SD kemungkinan nanti simulasi dulu,” ucapnya, Rabu (10/2) siang.

Ia menjelaskan, sejauh ini pola belajar yang dilakukan secara daring sudah berangsur normal, setelah sebelumnya sempat terkendala akibat musibah banjir.

“Alhamdulillah sekarang belajar via daring sudah normal kembali, murid dan guru yang terdampak banjir sudah bisa kembali meninggali rumah mereka,” ungkapnya.

Hal itu lantaran, ada beberapa murid maupun guru yang harus tinggal di tempat pengungsian, karena rumah mereka terendam banjir.

Berita Lainnya

Siapkan Khotbah Khusus dan Pemusatan Isolasi

Minimnya 3T Jadi Sorotan Epidemiolog

1 dari 3.226

Banyak sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Bila tatap muka dijalankan akses menuju sekolah juga akan bermasalah.

“Yang pastinya kondisi sekarang masih banjir. Banyak sekolahan yang terdampak,” tuturnya.

Selain itu, beberapa sekolah ada juga ada yang dijadikan lokasi pengungsian warga, meskipun sekarang ini sudah mulai ditinggalkan pengungsi. Namun, barang-barang warga ada yang masih ditinggal di sekolah.

“Salah satu contohnya sekolahan SMPN 22 Jalan Veteran dan SMPN 27 Sungai Andai dijadikan lokasi pengungsian warga,” katanya.

Sedangkan PTM untuk jenjang pendidikan SD, Totok melanjutkan, bahwa pihaknya belum ada rencana untuk menjalankan proses simulasi. Itu artinya, PTM akan dilaksanakan setelah dilakukan evaluasi.

“Kita dahulukan tingkat SMPN dulu. Untuk SD akan kita awali dengan simulasi,” tutupnya.

Sebelumnya diketahui, awalnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah akan dilaksanakan akhir Januari ini atau usai Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), namun akhirnya rencana itu buyar pun akibat banjir.

Hampir seluruh fasilitas pendidikan di Banjarmasin terdampak banjir. Mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak – kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Bahkan sebagian besar sekolah juga banyak dijadikan sebagai lokasi pengungsian warga yang terdampak banjir.(Zak/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya