Intensitas Hujan Tinggi, Cabai Rawit Rp150/Kg

Menurut Birhasani, kenaikan tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi, bahkan banjir di beberapa sentra produksi cabai di Kalsel. Akibatnya, banyak petani di kalsel gagal panen cabai rawit lokal.

BANJARMASIN, KP – Semua jenis cabai mengalami kenaikan sejak awal Desember 2020 lalu. Naiknya harga merata di sejumlah daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal tersebut lantaran dipicu intensitas hujan yang masih tinggi.

Diungkapkan Irfan, salah seorang pedagang di Pasar Antasari, ia kebanyakan mendapat pasokan dari pulau Jawa dan Sulawesi, hanya sedikit yang berasal dari petani lokal, seperti cabai besar.

“Untuk harga cabai rawit harganya sangat tinggi bisa mencapai Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu perkilonya,” ujarnya, Selasa (9/3).

Untuk jenis lainnya, menurutnya ada kenaikan dibandingkan dengan 2 minggu lalu. Misalnya, cabai tiung, harga per kilogram Rp90 ribu, sebelumnya Rp75 ribu per kilogram. Demikian juga dengan cabai rawit, harga per kilogramnya Rp90 ribu, sebelumnya hanya Rp80 ribu.

Berita Lainnya
1 dari 852

Jenis lainnya, cabai hijau besar juga naik menjadi Rp24 ribu per kilogram dari minggu sebelumnya hanya Rp20 ribu. Cabai merah besar yang semula Rp30 ribu per kilogram saat ini Rp35 ribu per kilo. Demikian pula cabai keriting, yang sebelumnya hanya Rp35 ribu per kilogram ikut naik jadi Rp40 ribu per kilogram.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani menyampaikan hal yang sama saat dikonfirmasi.

“Yang mahal cabai rawit Banjar atau cabai rawit lokal, dimana pada Desember hingga kini harganya masih mahal, mencapai Rp110 ribu sampai dengan Rp130 ribu per kilogram,” bebernya.

Menurut Birhasani, kenaikan tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi, bahkan banjir di beberapa sentra produksi cabai di Kalsel. Akibatnya, banyak petani di kalsel gagal panen cabai rawit lokal.

“Untuk cabai Tiung dan Taji harganya sempat turun, sebelumnya mencapai Rp100 ribu, kini menjadi Rp 90ribu sampai dengan Rp 95ribu. Jenis ini juga banyak didatangkan dari Jawa dan Sulawesi,” tambah Birhasani.

Ia memperkirakan, harga cabai di Kalsel akan kembali normal saat memasuki bulan Ramadhan nanti. “Diprediksi harga cabai akan normal kembali saat memasuki bulan puasa nanti,” imbuhnya. (opq/K-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya