PALANGKA RAYA, Kalimantanpost.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah merilis perkembangan ekonomi daerah Kalteng triwulan I 2026 tumbuh melambat di angka 3,79 persen, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“Namun, secara triwulanan (quarter-to-quarter), ekonomi mengalami kontraksi 7,46 persen dibanding Triwulan IV 2025,” kata Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, Selasa (5/5/2026).
Diungkapkannya, pertumbuhan tahunan ditopang oleh sejumlah lapangan usaha dan komponen pengeluaran yang menunjukkan kinerja positif sejak awal tahun.
“Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi terjadi pada kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 14,39 persen,” ujar Maria.
Selain itu, sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 11,75 persen, serta jasa perusahaan 9,51 persen. Di sisi lain, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi justru mengalami kontraksi tipis sebesar 0,21 persen.
Struktur ekonomi Kalteng masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 23 persen. Disusul industri pengolahan 16,53 persen, perdagangan 12,83 persen, serta pertambangan dan penggalian 10,49 persen. Keempat sektor ini menyumbang 62,85 persen terhadap perekonomian daerah.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong konsumsi pemerintah yang meningkat 5,16 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 4,51 persen, serta konsumsi rumah tangga 4,01 persen.
“Struktur pengeluaran masih didominasi ekspor barang dan jasa sebesar 56,79 persen, diikuti konsumsi rumah tangga 38,48 persen,” kata Maria.
Meski tumbuh secara tahunan, ekonomi Kalteng mengalami kontraksi secara triwulanan. Penurunan terbesar terjadi pada sektor administrasi pemerintahan sebesar 28,97 persen, diikuti konstruksi 24,41 persen dan transportasi serta pergudangan 8,90 persen.
Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah terkontraksi 25,14 persen, PMTB 13,08 persen, serta ekspor barang dan jasa 4,11 persen. Maria menyebut kontraksi ini merupakan pola musiman yang umum terjadi pada awal tahun akibat penyesuaian anggaran.
Secara regional, seluruh provinsi di Kalteng mencatat pertumbuhan positif. Kalteng berada di peringkat keempat dengan kontribusi 12,39 persen terhadap perekonomian Kalimantan, yang masih didominasi Kalimantan Timur sebesar 46,48 persen.
Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Tengah pada Triwulan I 2026 tercatat Rp61,0 triliun atas dasar harga berlaku dan Rp30,8 triliun atas dasar harga konstan 2010.
Menurut BPS, kinerja tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika yang terjadi. Pertumbuhan yang tetap positif diharapkan dapat dipertahankan melalui penguatan sektor unggulan serta optimalisasi belanja pemerintah dan investasi. (drt/KPO-4).















