Kejari Murung Raya Bidik Dugaan Korupsi di Bawaslu

Berita Lainnya
1 dari 469

Puruk Cahu, KP – Kasus dugaan korupsi di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Murung Raya kembali disidik pihak Kejaksaan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Murung Raya Suyanto,SH. MH pada saat kunjungan silaturahmi wartawan yang tergabung di PWI Murung Raya (Mura) Kamis (25/3) di kantornya di Puruk Cahu.
Dijelaskannya Kasus Korupsi ini terjadi pada tahun 2020 lalu, saat itu masih dalam tahap pelaksanaan pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah kalau dilakukan pemeriksaan akan mengganggu proses pelaksaanaan Pilkada, sehingga baru sekarang kita proses. Sedangkan untuk kerugian Negara masih kita selidiki dimana korupsi yang dilakukan meliputi markup sewa kantor perjalanan dinas dan lain lain. Kami akan cek satu persatu sedangkan untuk sewa kantor sudah diakui berapa nilainya.
“Selama saya bertugas di Puruk Cahu saya lebih mengedepankan pengembalian kerugian negara, dalam tingkat penyidikan penyelidikan nanti apabila ada pengembalian akan kita pertimbangkan,” katanya.
Menurutnya proses pemeriksaan ini agak terlambat karena untuk mendapatkan data harus menunggu dari Bawaslu Provinsi Kalimantan Tengah sehingga memakan waktu berminggu minggu untuk sampai ke puruk cahu.
Rudi Hartono Ketua Bawaslu Murung Raya ketika dihubungi wartawan ini untuk konfirmasi meminta waktu dulu untuk mengadakan rapat dengan Kepala sekertariat untuk meminta keterangan. Karena semua hal yang menyangkut keuangan adalah urusan kepala sekretariat juga yang dipanggil dan dimintai keterangan oleh kejaksaan.
“Pada prinsipnya kami komisioner ini dilayani oleh kepala sekertariat, karena ini menyangkut nama lembaga saya pribadi tidak berani memberikan jawaban,” kilahnya. (Zay/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya